Share

PIB Gayam Kebanjiran Permintaan Pelatihan

Bojonegoro, 29/8 (Media Center) – Pusat Inkubasi Bisnis (PIB) Bojonegoro dari Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, semakin dikenal di berbagai daerah. Lembaga yang dibentuk dalam program pengembangan ekonomi masyarakat yang diprakarsai ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) ini sudah sering diundang oleh pemerintah kabupaten atau pun desa di luar Kecamatan Gayam.

“Tapi kami prioritaskan dulu yang di Kecamatan Gayam,” ungkap Manajer PIB Bojonegoro, Ifa Jumrotun Naimah pada Senin (29/8).

Ifa mengaku, undangan untuk pelatihan sudah sangat banyak. Kata dia, minggu lalu PIB diundang desa Ngampel Kecamatan Kapas untuk melatih BUMDes setempat dalam pengembangan manajerialnya.

Menurut dia, tim PIB belum secara khusus mempromosikan paket pelatihan ke luar. Namun karena promosi dari mulut ke mulut, setiap hari selalu mendapat undangan untuk tenaga ahli (trainer).

“Kita sudah tiga kali diundang ke Lamongan, pernah ke Temayang, Sugihwaras, dan lain-lain, tapi tidak semua bisa kita penuhi karena keterbatasan waktu dan tenaga,” paparnya.

PIB Bojonegoro berlokasi di Desa Ringintunggal, Kecamatan Gayam. Program PIB diinisiasi EMCL dengan menggandeng LSM Bina Swadaya untuk mendampingi warga Mojodelik, Gayam dan sepuluh desa lainnya di kecamatan Gayam. Warga yang menjadi pengurus dan anggota mendapatkan pelatihan organisasi dan pengembangan kapasitas.

“Saya mendapatkan berbagai pelatihan kepemimpinan, jaringan usaha, kewirausahaan, dan manajemen keuangan dan bisnis,” tutur Marpuah, warga Desa Mojodelik.

Marpuah mengaku mendapat banyak ilmu baru di PIB. Dia juga berkesempatan memperbanyak jaringan usaha. Sehingga, kata dia, harapannya taraf pendapatan akan bertambah pula.

“Tapi yang lebih penting adalah kebahagiaan yang saya dapatkan di sini bersama yang lain dan pengalaman belajar di luar,” ungkapnya.

Kini PIB telah memiliki tim ahli dan pengurus. PIB juga membina delapan asosiasi di bidang pertanian, peternakan, industri rumahan makanan dan minuman, usaha kreatif, dan budidaya alternatif.
Prestasi ini diapresiasi oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro. Bahkan Bappeda mengadopsi konsep PIB untuk diterapkan di desa-desa lain di kabupaten setempat.

“Bulan lalu kita lokakarya dengan seluruh Camat dan pendamping desa se-Kabupaten Bojonegoro,” pungkas Ifa.(Dwi/mcb)

Leave a Comment