Share

PIK R Siap Dampingi Remaja Hingga Tingkat Desa

Bojonegoro, 29/5 (Media Center) – Operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menggelar Lokakarya dan Seminar yang diikuti oleh 65 orang Multi stakeholder, Pusat Informasi dan Konsultasi Remaja (PIK R) Basis Sekolah, dan PIK R Basis Desa di Room Meeting Hotel BONERO Residence Bojonegoro, Senin (29/5/2018).

Juru bicara dan humas EMCL, Rexy Mawardijaya, mengatakan, remaja merupakan kelompok usia yang banyak menghadapi masalah karena berhubungan dengan perubahan-perubahan yang terjadi.

“Baik perubahan fisik, psikis, maupun sosial,'” ujarnya.

Perubahan fisik antara lain perubahan primer yang ditandai dengan berfungsinya organ reproduksi dan perubahan sekunder yang ditandai dengan perubahan struktur tubuh,suara, dan lain-lain.

Perubahan psikis antara lain timbulnya perasaan sudah dewasa, sudah besar, sudah mandiri, dan tidak mau banyak diatur orang tua. Perubahan-perubahan itu berdampak pada tingkah laku,pola pikir, cara berpakaian dan pola pergaulan .

Pola pergaulan yang cenderung bebas karena pengaruh era globalisasi ditambah dengan kondisi rentan karena perubahan-perubahan itu, dapat menyeret remaja Indonesia ke dalam tiga masalah besar, yaitu seksualitas, HIV dan AIDS serta NAPZA.

“Hal tersebut merupakan masalah besar karena menyangkut kesinambungan generasi manusia berkualitas,” tandasnya.

Apabila tidak dapat menyikapi dengan baik ketiga masalah ini,maka generasi muda akan terjerumus ke dalam lembah hitam.

Untuk dapat mempersiapkan generasi berikutnya yang lebih berkualitas, maka masalah tersebut harus menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan negara.

Sementara itu, PIK R yang sebelumnya bernama PIK-KRR (Pusat Informasi dan Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja) merupakan wadah yang dibentuk oleh, dari dan untuk remaja di bawah naungan BKKBN di tingkat provinsi.

PIK R bertugas menyebarkan informasi mengenai kesehatan reproduksi remaja, masalah seksualitas, HIV/AIDS,NAPZA, serta Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR).

Rexy mengatakan, tujuan dari kegiatan Lokakarya dan Seminar ini adalah untuk mempublikasikan keberadaan dan kegiatan PIK Remaja serta menginisiasi perlunya keberadaan Pendidik Sebaya (PS) dan Konselor Sebaya (KS) kepada masyarakat luas.(*dwi/mcb)

Leave a Comment