Share

PJT Bojonegoro Tunggu Pasokan Air Dari Hulu

Bojonegoro (Media Center) – Perum Jasa Tirta (PJT) V di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masih menunggu ada pasokan air dari daerah hulu, Jawa Tengah, untuk membuka sembilan pintu Bendung Gerak Bengawan Solo, untuk menggelontorkan air.

“Pembukaan seluruh pintu Bendung Gerak belum bisa dilaksanakan hari ini, sebab belum ada pasokan air dari daerah hulu, Jawa Tengah,” kata Juru Pintu Bendung Gerak PJT V Bojonegoro Gigih, Selasa (1/12).

Menurut dia, debit air di Bendung Gerak masih belum terlalu besar dengan ketinggian air pada papan duga di Bendung Gerak, mencapai 10,10 meter. Ketinggian air pada papan duga itu stabil dalam dua hari terakhir.

Oleh karena itu, lanjut dia, pintu Bendung Gerak hanya dibuka tiga pintu dengan bukaan masing-masing setinggi 50 centimeter.

“Debit air yang dikeluarkan melalui tiga pintu sebesar 51,9 meter kubik per detik. Besarnya debit itu, cukup besar untuk mencukupi berbagai kebutuhan air di daerah hilir, Jawa Timur,” paparnya.

Mengenai kapan sembilan pintu dibuka, ia mengaku belum bisa menentukan, karena masih menunggu adanya pasokan dari daerah hulu, Jawa Tengah.

Saat ini, lanjut dia, sejumlah petugas masih berusaha mengeluarkan sejumlah pohon bambu di Bendung Gerak, juga tumbuhan enceng gondok.

“Dari lima pohon bambu yang sudah bisa dikeluarkan baru satu pohon bambu,” ucapnya.

Yang jelas, menurut dia, pembukaan sembilan pintu Bendung Gerak di Kecamatan Kalitidu itu, untuk mengelontorkan air, juga sampah, termasuk lumpur yang berhenti di sekitar bendung setempat.

“Kalau semua pintu bendung dibuka, maka lumpurnya juga mengalir ke hilir,” tandasnya.(*/mcb)

Leave a Comment