Share

PMII Bojonegoro Serukan Muatan Lokal di Dunia Pendidikan

Pasca Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah pertama (SMP), puluhan mahasiswa melakukan aksi turun jalan. Aksi yang dimulai di Bundaran Adipura, Bojonegoro, Jawa Timur (8/5/2014) ini mendapat pengamanan dari pihak kepolisian untuk mengatur ketertiban arus lalu lintas di sekitar lokasi unjuk rasa.

Bojonegoro (Media Center) – Pasca Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah pertama (SMP), puluhan mahasiswa melakukan aksi turun jalan. Aksi yang dimulai di Bundaran Adipura, Bojonegoro, Jawa Timur (8/5/2014) ini mendapat pengamanan dari pihak kepolisian untuk mengatur ketertiban arus lalu lintas di sekitar lokasi unjuk rasa.
Aksi yang dilakukan Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro itu menuntut adanya perbaikan di dunia pendidikan. Tak hanya berorasi di Bundaran Adipura saja, aksi tersebut berlanjut ke Kantor Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Bojonegoro dan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Aksi berakhir di Kantor Pemkab Bojonegoro.
Akhmad Zainul Hasan, korlap aksi mengatakan, aksi demo ini menuntut pemerintah agar menuntaskan pembangunan infrastruktur pendidikan di Bojonegoro serta meningkatkan moralitas elemen dunia pendidikan.
“Jadikan Bojonegoro sebagai kota pendidikan, perjelas kinerja guru PNS, pembangunan infrastruktur yang timpang antara kota dan pedesaaan,” tuntutnya saat berorasi.
Tak hanya itu, mereka menilai kurukulum berbasis muatan lokal dan moralitas masih kurang, hal itu terbukti dengan permasalahan kecurangan-kecurangan dalam pelaksanaan UN.
Dalam tuntutannya, mereka juga meminta pemerintah agar segera melakukan pembenahan sistem pendidikan. Salah satunya adalam tidak menjadikan UN sebagai syarat kelulusan siswa. (*/lyamcb)

Leave a Comment