Share

“Pokoke” Ayo Rekreasi Mancing Di Bengawan “Jonegoro”

Bojonegoro (Media Center) – Wahyono (64), sendirian duduk di bebatuan di tepian Bengawan Solo di utara Pasar Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sambil memegang sebuah joran dari bambu dengan ukuran sekitar 1,5 meter.

Sebuah joran lainnya juga dari batang bambu yang agak panjang ditancapkan di sela-sela bebatuan, dengan sasaran berusaha mengail ikan skala besar.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

“Kalau ikan tawes satu jari, dua jari masih mudah didapat. Tapi, kalau ikan gedhe-gedhe seperti rengkik, jambal, pada musim kemarau tahun ini agak sulit,” katanya, dalam perbincangan dengan kanalbojonegoro, Sabtu (17/10).

Di tempat lain yang agak berjauhan dengan Wahyono, masih di tepian Bengawan Solo di daerah setempat, sejumlah remaja juga asyik memancing.

Begitu pula, sebuah perahu tembo yang hanya bermuatan satu orang, juga memegang joran dan satu tanggannya memegang kayuh perahu, hilir mudik di sungai terpanjang di Jawa di daerah setempat.

Menurut Wahyono, musim kemarau bersamaan dengan surutnya air Bengawan Solo, yang biasanya mulai Mei, merupakan waktunya ajang memancing banyak warga di daerahnya.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

“Biasanya di sini ikannya gedhe-gedhe. Kalau ikannya galak “gondholannya”, saya sering memperoleh ikan besar dan saya jual,” ucapnya.

Bengawan Solo, yang melewati sejumlah kecamatan di daerah setempat, tidak hanya menjadi ajang kegiatan seni dan budaya dalam acara “Festival Bengawan”.

Tapi, bagi warga di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo, bisa menjadi lokasi rekreasi yang murah yaitu memancing.

Di sejumlah lokasi Bengawan Solo, seperti di utara Pasar Kota, di Desa Sale, Kecamatan Kalitidu, di Kecamatan Malo, di Kedungmori, Kecamatan Tjuga di lokasi lainnya, masih banyak menyimpan berbagai aneka ikan, seperti jambal, rengkik, juga ikan lainnya.

Bahkan, bagi warga kalau hanya memancing dengan target ikan kecil seperti tawes, sangat mudah didapat.

“Sepanjang di Bengawan Solo dipasang rumpon bambu, maka berbagai anekan akan berkumpul,” kata Ketua Komunitas “Fisherman Fishing” Sili Bangkit Bojonegoro Darwin.

Ia menjelaskan komunitasnya berusaha menjaga perairan Bengawan Solo di utara pasar itu, agar tetap menjadi berkumpulnya berbagai aneka ikan.

Meskipun, menjaga lokasi setempat tidaklah mudah, karena adanya pencemaran berbagai aneka limbah dari daerah hulu, Jawa Tengah.

Menurut dia, anggota Komunitas “Fisherman Fishing” Sili Bangkit terus melakukan penjagaan perairan Bengawan Solo, baik siang maupun malam. Alasannya, di aerah setempat banyak pencari ikan yang memanfaatkan strum aki atau obat-obatan.

“Anggota kami cukup banyak. Secara bergantian  menjaga keamanan benih ikan, baik siang maupun malam,” tandasnya.

Apalagi, katanya, Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Timur, pernah memberikan bantuan 250 ribu benih ikan  yang disebar di Bengawan Solo di daerah setempat.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

“Benih ikan bantuan Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Timur yang disebar di Bengawan Solo, bisa berkembang normal karena airnya cukup jernih, apalagi didukung makanan yang cukup,” katanya.

Ia menyebutkan 250 ribu benih ikan yang terdiri dari tawas, tombro, dan nila tersebut disebar di Bengawan Solo yang lokasinya biasa menjadi ajang memancing warga yaitu di utara Pasar Kota, awal Juli lalu.

Lebih lanjut ia menjelaskan Dinas Perikanan Provinsi Jawa Timur, membantu benih ikan, karena sebelumnya komunitasnya mengajukan permohonan bantuan benih ikan, sebagai usaha melestarikan ikan Bengawan Solo.

“Ikan Bengawan Solo telah menyusut drastis, karena banyak pencari ikan yang mencari ikan dengan obat-obatan dan strum aki,” jelas dia.

Oleh karena itu, ia mengharapkan berbagai pihak ikut menjaga kelestarian Bengawan Solo terutama menyangkut populasi berbagai aneka ikan.

“Saya kira semua orang suka memancing, karena bisa untuk sarana rekreasi dan hiburan, apalagi di Bengawan Solo yang tidak dipungut biaya,” jelasnya. (sa/mcb)

Leave a Comment