Share

Polisi Bojonegoro Akan Proses Pemilik Prabu FM

Bojonegoro (Media Center) – Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro, Jawa Timur, akan memproses secara hukum pemilik radio Prabu FM di Desa Sukowoti, Kecamatan Kapas, yang mengudara tanpa disertai dengan kelengkapan berbagai perizinan.

“Polisi Selasa (5/12) melakukan operasi radio Prabu FM, berdasarkan pengaduan dari pengurus Orari,” kata Kapolres Bojonegoro AKPB Hendri Fiuzer, Rabu (6/12).

Ia menegaskan radio Prabu FM itu, telah melanggar ketentuan Undang-Undang (UU) Telekomunikasi, karena mengundara tanpa dilengkapi dengan izin.

“Untuk kelengkapan dasar polisi melakukan operasi radio Prabu FM, silahkan hubungi Kasat Serse Polres,” ucapnya, menegaskan.

Bahkan, katanya, polres akan terus melakukan penertiban radio yang tidak berizin di daerahnya.”Ya, untuk melakukan operasi radio tak berizin kewenangannya di polisi,” katanya, menegaskan.

Dari keterangan yang diperoleh, polres melakukan operasi dengan menutup siaran radio Prabu FM milik Suprapto, di Kecamatan Kapas, berdasarkan laporan dari Orari, Selasa (5/1).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro Kusnandaka Tjatur, membenarkan adanya sebuah radio tak berizin dengan nama Prabu FM, yang terkena operasi polisi.

Ia mendukung polres yang melakukan operasi penertiban radio yang tak berizin, sebab keberadaannya bisa menganggu.

“Kewenangan melakukan operasi radio tak berizin memang ada di kepolisian,” katanya, menegaskan.

Kominfo, lanjut dia, hanya sebatas memberikan pembinaan dan mengingatkan bahaya dan resikonya kepada radio yang tidak berizin.

Ia menambahkan sesuai surat keputusan (SK) Kementerian Kominfo bahwa di daerahnya ada 17 kanal radio.

“Dari 28 kecamatan di Bojonegoro, yang masih kosong yaitu Kecamatan Tambakrejo dan Kedungadem,” jelasnya. (*/mcb)

Leave a Comment