Share

Polisi Bojonegoro Akan Rutin Operasi Penambang Pasir

Bojonegoro, 27/10 (Media Center) – Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan tetap secara rutin menggelar operasi penambang pasir mekanik di perairan Bengawan Solo di wilayah kerjanya secara rutin.

“Polisi akan terus melakukan operasi penambang pasir mekanik sepekan sekali,” kata Kasat Sabhara Polres Bojonegoro AKP Syabain, Kamis (27/10).

Berbicara dalam diskusi tindak lanjut sekolah sungai di daerah setempat, menurut dia, penambang pasir mekanik sekarang ini masih ada di perairan Bengawan Solo.

Dari pesan singkat melalui telepon selular yang diterima Kapolres Bojonegoro AKBP wahyu Sri Bintoro bahwa di Desa Mojo, Kecamatan Kalitidu, masih ada penambang pasir mekanik.

“Polisi masih mencari waktu yang tepat untuk menindaklanjuti laporan pesan singkat telepon selular itu,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan polisi sekarang ini juga sedang menindaklanjuti hasil operasi penambang pasir mekanik di perairan Bengawan Solo di Desa Mojorejo, Kecamatan Ngraho, beberapa waktu lalu.

Dari operasi itu tim gabungan berhasil mengamankan tiga unit peralatan penambang pasir mekanik berikut alat penyedot pasir yang akan dijadikan barang bukti. Selain itu tim gabungan juga membakar dan menenggelamkan empat unit penambang pasir mekanik.

“Nama-nama pelaku usahanya sudah diketahui dan sekarang sedang diusut tim serse polres untuk diproses secara hukum. Tapi pekerja penambang pasir mekaniknya tidak dikenai sanksi pidana,” tandasnya.

Kepala Kantor Satpol PP Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro Gunawan, menyebutkan penambang pasir mekanik di perairan Bengawan Solo yang masih beroperasi antara lain, di Kecamatan Trucuk ,Kalitidu dan Ngraho.

“Di Kecamatan Trucuk masih ada dua lokasi, sedangkan di Kecamatan Kalitidu, jumlah penambang pasir bermesin masih banyak,” ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, di Desa Mulyoagung, Kecamatan Kota, penambangan pasir bermesin di Bengawan Solo pada malam hari.

“Tapi di sejumlah lokasi di Kecamatan Malo, juga Margomulyo, yang biasanya ada penambangan pasir bermesin sekarang sudah tidak ada lagi,” ucapnya. .

Ia menambahkan pemkab masih menunggu kajadian teknis dari Balai Besar Bengawan Solo di Solo, Jawa Tengah, terkait penambang pasir yang akan dimanfaatkan untuk mengatur penambangan pasir di Bengawan Solo. (*/mcb)

Leave a Comment