Share

Polisi Bojonegoro Alihkan Pemberhentian Pawai Budaya

Bojonegoro (Media Center) – Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro, Jawa Timur, mengalihkan pemberhentian peserta pawai budaya dari depan kantor pemkab ke sampingnya, disebabkan terjadi penumpukkan peserta yang mencapai garis pemberhentian dan peserta yang belum diberangkatkan panitia.

“Peserta pawai budaya dari Kediri, juga SMKN I Bojonegoro suruh berhenti masuk kantor pemkab dari samping, sebab sudah menunggu terlalu lama,” kata Kasat Lantas Polres Bojonegoro AKP Anggi Saputro, Sabtu (3/1).

Ia menjelaskan pawai budaya untuk merayakan hari jadi ke-338 kabupaten tahun ini diikuti 69 peserta, meningkat dibandingkan pawai budaya tahun lalu yang hanya 40 peserta dari siswa SLTA, umum dan luar daerah.

“Jelas terjadi penumpukkan peserta, sebab jarak tempuh pawai budaya kali ini sama dengan tahun lalu,” ucapnya.

Pawai budaya tahun lalu, peserta pertama yang sudah mendekati garis pemberhentian terpaksa menunggu sekitar 1,5 jam, karena masih ada sekitar 10 peserta yang baru akan berangkat.

Peserta pertama dari Kediri, yang sudah mendekati garis pemberhentian terpaksa dihentikan untuk menunggu sekitar 1,5 jam, karena tidak bisa masuk lokasi pemberhentian di depan kantor pemkab.

“Peserta pawai budaya Kediri yang sudah mendekati garis pemberhentian dihentikan, karena masih ada sekitar 30 peserta pawai budaya yang belum diberangkatkan,” tambahnya.

Kepala SMKN I Bojonegoro Yudhi Pramono menjelaskan peserta pawai budaya tidak berani membuyarkan diri, karena takut dicoret panitia.

“Kami bekerja maksimal mengangkat legenda rakyat Tambakrejo, yang kami usung dalam pawai budaya ini. Kalau di coret, ya percuma kerja kita mengikuti pawai budaya,” ucap Yudhi.

Meski demikian, tim pawai budaya dari SMKN I tetap mengambil pemberhentian masuk kantor pemkab dari samping setelah memperoleh instruksi dari polisi, dengan pertimbangan peserta pawai budaya dari lokasi pemberangkatan dan pemberhentian sudah menyambung menjadi satu. (sa/mcb)

Leave a Comment