Share

Polres Bojonegoro Akan Terus Gelar Operasi Tambang Pasir

Bojonegoro, 11/3 (Media Center) – Kepolisian Resort Bojonegoro, Jawa Timur, galakkan operasi penambangan pasir mekanik di bantaran sungai Bengawan Solo yang dilakukan secara ilegal.

“Kami akan terus tindak penambangan pasir mekanik yang meresahkan. Karena dapat menyebabkan tanah longsor di pesisir bantaran sungai bengawan solo,” ujar Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu S Bintoro di kantor Kejaksaan Negeri, Sabtu (11/3)

Operasi yang dilakukan oleh gabungan Polres Bojonegoro dan Polsek Kalitidu, Polsek Malo dan Polsek Trucuk ini dilakukan mulai dari bantaran sungai di Desa Kanten, Kecamatan Trucuk hingga Desa Mlaten, Kecamatan Kalitidu.

“Penertiban penambang pasir dengan menggunakan perahu rubberboat,” imbuhnya.

Penertiban dilakukan dengan menyisir di pesisir sungai Benawan Solo dengan rute penyisiran Desa Kanten – Desa Brenggolo – Desa Pilangsari – Desa Mlaten Kecamatan Kalitidu.

“Anggota menemukan aktivitas di Desa Mlaten dan mengamankan satu buah alat mekanik,” lanjutnya.

Kemudian, di Desa Pilangsari petugas juga menemukan aktivitas penambangan pasir. Namun, tim gabungan tidak bisa mengamankan alat mekanik yang digunakan oleh penambang dikarenakan sudah ditenggelamkan sendiri oleh pemiliknya dengan menggunakan jeregen sebagai penandanya.

“Tim hanya dapat mengamankan satu buah alat mekanik dan yang satunya sudah ditenggelamkan oleh pemiliknya sendiri”, tandasnya.

Pihaknya mengimbau agar para penambang pasir menghentikan kegiatannya sebelum polisi bertindak. Karena akan terus melakukan penertiban sampai tidak ada aktivitas penambangan mekanik di bantaran Bengawan Solo.

“Penambangan pasir ilegal menggunakan mesin ini melanggar hukum dan merusak lingkungan. Jadi harus dihentikan,” pungkasnya.(dwi/mcb)

Leave a Comment