Share

Polres Bojonegoro Bakar Mesin Sedot Pasir Untuk Beri Efek Jera

Bojonegoro, 11/11 (Media Center) – Maraknya tambang pasir ilegal, terutama yang menggunakan mesin mekanik di sepanjang bantaran sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro menyebabkan kerusakan tebing sungai terpanjang di Pulau Jawa ini. Untuk meminimalisir hal tersebut, pihak Pemkab beserta Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro rutin menggelar razia di wilayahnya.

Polres Bojonegoro berhasil mendapati dua unit mesin sedot pasir beroperasi saat melakukan patroli menggunakan perahu karet menyusuri Bengawan Solo di wilayah perbatasan antara Kecamatan Trucuk dengan Kecamatan Malo, Kamis (10/11).

“Petugas mengamankan dua barang bukti (BB) berupa satu unit mesin yang langsung dibakar di tempat dan satu unit lainnya ditarik ke arah Desa Kanten, Kecamatan trucuk,” terang Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu S. Bintoro.

Sementara di Desa Kanten, tim darat yang terdiri dari Polsek Trucuk dan Polsek Malo telah mendapati dua buah mesin sedot yang telah ditarik ke seberang di wilayah Kecamatan Kalitidu yang langsung diamankan oleh tim air.

“Dua unit BB mesin sedot yang ditarik juga dibakar sebagai efek jera,” tegasnya.

Pihak kepolisian mengapresiasi partisipasi masyarakat yang turut berperan aktif mengontrol dan bekerja sama mendukung kinerja polisi.(dwi/mcb)

Leave a Comment