Share

Polres Bojonegoro Buka Posko Pengaduan Korban Penggandaan uang

Bojonegoro, 8/10 (Media Center) – Kasus penggandaan uang yang dilakukan oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi asal Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, ternyata memakan korban hampir dari penjuru nusantara. Tidak terkecuali Kabupaten Bojonegoro.

Kapolres AKBP Wahyu S. Bintoro mengatakan, di wilayah Bojonegoro terdapat pengikut Dimas Kanjeng yang memiliki padepokan di Probolinggo. Bahkan, diduga, para pengikut pria yang kini ditahan Polda Jatim menjadi korban penipuan uang palsu berkedok penggandaan uang.

Menurut informasi yang di dapat, di wilayah Bojonegoro terdapat hanya beberapa orang saja yang menjadi korban penipuan praktik penggandaan uang yang dijalankan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, namun mereka malu untuk melaporkan aksi penipuan penggandaan uang tersebut ke kantor Polisi.

“Mereka masih malu untuk melaporkan ke kantor Polisi”, ungkap Kapolres, Jumat (7/10).

Kapolres Bojonegoro melalui keterangannya juga menghimbau kepada masyarakat yang menjadi korban Dimas Kanjeng, agar tidak malu untuk melaporkan ke Posko Polres Bojonegoro. Posko pengaduan akan dibuka Polres Bojonegoro hingga kasus Dimas Kanjeng selesai di proses oleh penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur.

“Posko pengaduan korban Dimas Kanjeng Taat Pribadi akan kami buka hingga kasus penyidikannya selesai diproses oleh penyidik Dit Reskrim Um Polda Jatim”, imbuhnya.

Selain melaporkan ke Posko yang telah dibuka oleh Polres Bojonegoro, masyarakat Bojonegoro yang menjadi korban penipuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi juga bisa melapor melalui aplikasi “CAS Masyarakat” yang dapat diunduh melalui playstore HP android dan dapat melalui telephone penjagaan SPKT Polres Bojonegoro dengan nomor telephone (0353) 884300.(dwi/mcb)

Leave a Comment