Share

Polres Bojonegoro Gelar Apel Ramadniya Semeru 2016

Bojonegoro (Media Center) – Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (30/6), menggelar apel operasi Ramadniya semeru 2016, yang diikuti jajaran polres, TNI, juga berbagai pihak terkait yang terlibat dalam pengamanan lebaran.

“Ada 286 personel polres yang terlibat dalam pengamanan lebaran,” kata Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu sri Bintoro, usai upacara gelar apel Ramadniya Semeru 2016.

Ia yang didampingi Bupati Bojonegoro Suyoto menjelaskan potensi yang rawan terjadi di daerahnya selama lebaran yaitu pencurian kendaraan bermotor dan perampokan.

“Kami juga minta masyarakat mewaspadai terjadinya pencurian kendaraan bermotor di daerahnya masing-masing,” ucapnya.

Caranya, lanjut dia, salah satunya dengan mengamankan kendaraan sepeda motor dengan kunci ganda agar terhindar dari pencurian.

“Perampokan juga akan menjadi potensi gangguan keamanan selama lebaran,” tandasnya.

Sesuai jadwal , katanya, pengamanan lebaran dalam operasi Ramadniya 2016, akan berlangsung sejak sejak 30 Juni-15 Juli.

Dalam sambutan gelar apel Ramadniya Semeru 2016, Bupati Bojonegoro Suyoto, menyebutkan sesuai data yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan bahwa jumlah arus mudik di Tanah Air mencapai 17,6 juta jiwa.

Pemudik dalam lebaran tahun ini, katanya, memanfaatkan berbagai sarana kendaraan mulai jalan raya, penyeberangan, kereta api (KA), laut dan udara.

“Jumlah pemudik yang memanfaatkan mobil 2,4 juta jiwa dan sepeda motor mencapai 5,6 juta jiwa,” paparnya.

Ia juga menyebutkan pada perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun lalu telah terjadi 3.400 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan jumlah korban meninggal dunia 646 jiwa, luka berat 1.507 jiwa dan luka ringan 1.800 jiwa.

“Faktor terjadinya kecelakaan lalu lintas disebabkan masyarakat tidak disiplin dalam berlalu lintas, memanfaatkan kendaraan bermotor tidak layak jalan, juga kerusakan jalan,” paparnya. (*)

Leave a Comment