Share

Polres Bojonegoro Siap Amankan Pemilu 2019

Bojonegoro, 19/10 (Media Center) – Kasubbag Humas Polres Bojonegoro, AKP Sri Ismawati, menegaskan, tugas kehumasan sebagai corong dari instansi Polres Bojonegoro serta pimpinan, harus bisa menjadi jembatan informasi antara Polres Bojonegoro dengan masyarakat, agar masyarakat memahami dan mengetahui segala informasi dari tugas.

” serta bentuk layanan publik yang di miliki oleh Polres Bojonegoro,” kata AKP Isma, sapaan akrabnya, Jumat (19/10).

Dalam rangka menghadapi tahun politik, dimana pada tahun 2019 akan adanya Pemilu Legislatif serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tugas Humas sangat berat dan banyak, karena dalam mengamankan pelaksanaan Pemilu 2019 Polri sangat mengedepankan fungsi Kehumasan.

“Tugas dan tantangan bagi humas kedepan sangat berat, namun kita harus tetap optimis dan semangat untuk bisa melaksanakannya,” tukasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya menyarankan agar melek dengan perkembangan jaman, dimana saat ini sesuai dengan cita-cita pimpinan tertinggi di Kepolisian yaitu Kapolri Tito Karnavian, mengharapkan untuk menjadi Polri yang promoter, dimana Polisi harus PROfesional, MOdern dan TERpercaya
serta cakap dalam menggunakan tehnologi.

“Saat ini kita harus wajib dan harus diwajibkan melek dengan teknologi. Jika tidak mengikuiti perkembangan, kita akan menjadi orang yang asing dan tertinggal informasi,” lanjutnya.

Sebagai salah satu atensi dari Kapolri yaitu management media, sebagai humas harus bisa memanage sebuah informasi agar informasi tersebut bisa sampai kepada masyarakat dengan baik dan jelas, sehingga nantinya informasi tersebut tidak bisa dibelokkan ataupun salah persepsi.

“Sebuah informasi jika salah menyampaikannya akan berdampak negatif bagi institusi kita sendiri”, imbuh Wakapolres.

Saat ini di era digital, media sosial sangat memiliki peran yang penting untuk memberikan informasi dan pemberitaan. Sehingga musuh yang nyata saat ini yaitu para penyebar berita dan informasi hoax yang sengaja disebarkan untuk memprovokasi serta menyebarkan kebencian dengan tujuan untuk memecah belah serta memberikan paham baru dari penyebar hoax tersebut.

“Dengan memberikan informasi salah dan berulang-ulang, masyarakat akan berfikiran bahwa informasi yang salah tersebut adalah informasi yang benar,” tegasnya.(*dwi/mcb)

Leave a Comment