Share

Polres Bojonegoro Terus Selidiki Blok Cepu

Bojonegoro (Media Center) – Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan masih terus menyelidiki kerusuhan di lapangan proyek Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, yang mengakibatkan kerusakan perkantoran dan sejumlah mobil, Sabtu (1/8).

“Penyelidikan tetap jalan terus, tapi belum ada tersangkanya,” kata Kapolres Bojonegoro AKBP Hendri Fiuser, Selasa (4/8).

Polisi, menurut dia, sudah memintai keterangan 23 saksi dalam kasus amuk massa di proyek “Engineering, Procurement, and Construction/”EPC” I Lapangan Banyuurip, Blok Cepu.

“Tunggu dalam beberapa hari ini ada kejelasan soal tersangkanya,” ucapnya.

Namun, menurut dia, pihaknya juga menunggu hasil evaluasi yang akan dilakukan PT Tripatra-Samsung, Jakarta, menyangkut rekonsiliasi dengan tenaga kerja proyek minyak Blok Cepu, dalam dua pekan.

“Sesuai kesepakatan dalam pertemuan dengan berbagai pihak disepakati PT Tripatra-Samsung diberi waktu dua pekan untuk melakukan pembenahan kerja,” jelas dia.

Menyusul setelah itu, lanjutnya, akan dilakukan evaluasi menyangkut berbagai hal termasuk pengamanan di kawasan proyek minyak Blok Cepu, yang saat ini dipegang polres.

“Sampai saat ini pengamanan masih dipegang polisi. Di lokasi proyek Blok Cepu ada sekitar 300 personel, yang melakukan penjagaan,” katanya, menegaskan.

Kepala Pengawas Proyek Blok Cepu dari SKK Migas Yulius Wiratno, menambahkan sulit mengenali tenaga kerja yang melakukan perusakan sejumlah gedung perkantoran PT Tripatra-Samsung, termasuk perusakan sejumlah mobil.

“Mereka semua memakai penutup muka dan kaca mata. Kelengkapan itu merupakan standar di proyek Blok Cepu,” jelas Yulius, yang ketika itu, berada di lokasi kejadian dan melihat secara langsung amuk massa tenaga kerja itu.

Amuk massa ribuan tenaga kerja proyek minyak Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, yang dipicu sulit keluar untuk istirahat, mengakibatkan gedung perkantoran PT Tripatra-Samsung, rusak. Selain itu, massa juga merusak sejumlah mobil, dan peralatan kantor.(sa/*mcb)

Leave a Comment