Share

Polres: Tersangka Kerusuhan Blok Cepu Bisa Bertambah

Bojonegoro (Media Center) – Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan tersangka kerusuhan tenaga kerja proyek “enginering procumeent construction”/EPC I minyak Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, bisa bertambah.

“Polisi sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus kerusuhan proyek Blok Cepu. Saat ini pengembangan kasus terus dilakukan dan semoga dalam waktu dekat tersangkanya bisa bertambah,” kata Wakil Kepala (Waka) Polres Bojonegoro Kompol Ikhwanuddin, Kamis.

Berbicara dalam rapat evaluasi penanganan kasus kerusuhan Blok Cepu, ia menjelaskan tenaga kerja yang sudah ditetapkan sebagai tersangka yakni, Rian Agustana (19), Warga Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan, Bojonegoro.

Ia bekerja di PT. WIfgasindo, yang menjadi subkontraktor PT Tripatra, dalam proyek EPC I Blok Cepu, telah melakukan perusakan perkantoran dan mobil.

Selain itu, tersangka lainnya, Didit Ariadi Sampurna (36), warga Jombang, bekerja di PT Alhas Jombang, yang juga subkontraktor PT Tripatra-Samsung.

“Mereka melempari klinik kesehatan dan perkantoran, juga mobil dengan besi ulir, batu, bongkahan beton,” jelas dia.

Dalam kasus ini, lanjut dia, Didit Ariadi Sampurna, bukan menjadi tersangka utama, tapi ikut serta dalam perusakan.

“Barang bukti dalam kasus kerusuhan sudah kami amankan. Kasus dua tersangka kerusuhan ini segera kami limpahkan ke Kejaksaan Negeri,” ucapnya.

Dalam rapat evaluasi penanganan kerusuhan proyek minyak Blok Cepu, dipimpin langsung Bupati Bojonegoro Suyoto.

Ikut dalam rapat, antara lain, Pengawas proyek Blok Cepu dari SKK Migas Yulius Wiratno, “Executive Vice President and General Manager ExxonMobil Oil (EMOI) Indonesia Daniel L. Wieczynski dan “Vice Presdident Public and Goverment Afair” EMOI Erwin Maryoto.

Selain itu, juga Direktur Pengamanan Obyek Vital Polda Jawa Timur, Kombes Yoyok, dan jajaran perwakilan PT Tripatra-Samsung, Jakarta. (sa/mcb).

Leave a Comment