Share

Porseni Bojonegoro Usung 9 Cabor dan 18 Lomba Seni

Bojonegoro (Media Center) – Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Pelajar Tingkat Kabupaten Bojonegoro dibuka, Kamis (14/4) di Alun-alun Bojonegoro. Pada Porseni 2016 ini, Kabupaten Bojonegoro mempertandingkan sembilan cabang olahraga dan 18 lomba seni mulai jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

Pembukaan Porseni ini dikemas dengan istimewa yang diawali dengan defile kontingen peserta Pekan Olahraga dan Seni tingkat pelajar SD, SMP, SMA sederajat sebanyak 169 peserta yang dilanjutkan dengan pertunjukan drama tari dengan lakon Rahwana dan Anoman yang digabung dengan bidikan anak panah oleh dua atlit panahan Bojonegoro. Pembukaan Porseni Bojonegoro 2016 juga diakhiri dengan senam anti narkoba yang diperagakan oleh 800 pelajar SD di wilayah Kecamatan Kota Bojonegoro.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Hanafi dalam laporannya menyampaikan Porseni ini bertujuan meningkatkan kualitas SDM utamanya pelajar sekaligus mewujudkan kesehatan jasmani dan mental serta watak kepribadian. Selain itu menjadi wahana kompetensi dan evaluasi dan mengukur kemampuan atlit dan seniman.  Meningkatkan rasa persatuan, persahabatan dan persaudaraan dan dalam rangka menjaring bibit atlit dan seniman tingkat pelajar.

“Porseni kali ini Pdiikuti SD 28 kontingen, SMP 69 kontingen, SMA 66 kontingen sehingga total mencapai 169 kontingen,” lanjutnya.

Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Hartono menyampaikan terima kasih kepada para atlit dan seniman yang telah mengharumkan nama bojonegoro baik perseorangan maupun kelompok baik dilevel regional, nasional bahkan internasional.

“Dari 38 cabang olahraga yang ada, baru sedikit cabor di Bojonegoro yang muncul dan menampakkan prestasi,oleh karenanya atensi para pelatih untuk mencari bibit unggul harus ditingkatkan,” imbuhnya.

Dijelaskan Wabup, atlit-atlit kita biasanya menunjukkan prestasi bagus dijenjang SD  namun ditingkat lanjutan prestasi menurun, jadi keberlanjutan pelatihan dan pembinaan harus dilakukan secara kontinu. Sehingga akan memunculkan atlit dan seniman yang luar biasa.

“Untuk itu diperlukan kerjasama dan dorongan dari berbagai pihak mulai orang tua sekolah dan pemerintah,” pungkasnya.(mcb)

Leave a Comment