Share

Potensi Pangan dan Energi Bojonegoro Bakal Terintegerasi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, akhirnya berhasil membuat langkah awal strategis di bidang pangan. Tak sendiri, langkah awal tersebut juga melibatkan banyak stake holder.

Bojonegoro (Media Center) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, akhirnya berhasil membuat langkah awal strategis di bidang pangan. Tak sendiri, langkah awal tersebut juga melibatkan banyak stake holder.

Bentuk dari langkah awal tersebut berupa workshop integrated farming, wood, food, herbs, energy. Bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Pemkab Bojonegoro yang diwakili Asisten Bidang Pembangunan, Setyo Yuliono mengatakan ada tujuan khusus dari kegiatan tersebut.

“Endingnya ya mensejahterakan rakyat Bojonegoro,” katanya (17/1/2014). Hadir pula dari pihak Dinas Pertanian (Distan) Bojonegoro, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Bojonegoro, Kantor Ketahanan Pangan (Hanpan) Bojonegoro, Dinsa Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bojonegoro, serta 3 Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) yang ada di wilayah Bojonegoro.

Workshop yang saat ini berlangsung tersebut, dilaksanakan di ruang multi media gedung rektorat UGM dengan menghadirkan narasumber para pakar di bidangnya. “Acara ini bertujuan ingin memfokuskan supaya tercipta peluang-peluang yang ada, yakni yang terkait dengan kayu, pangan, peternakan, energi, dan lainnya, yang tentunya akan terintegrasi,” kata Drg. Eka Diana yang mewakili rektor UGM.

Secara garis besar, nantinya akan dirumuskan hal-hal yang berkenaan dengan pengembangan wilayah hutan, serta keseimbangan peningkatan tempat pertanian lain. “Ini juga sebagai wujud dari tekad Bojonegoro
sebaga lumbung pangan dan energi negeri,” kata Kusnandaka Tjatur, selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro. (*/lihmcb)

Leave a Comment