Share

Potensi Sumur Tua Jadi Andalan Wisata Bojonegoro

Bojonegoro (Media Center) – Ada banyak alasan yang membuat kawasan sumur minyak tua di desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ini  layak dikembangkan sebagai obyek wisata.

Salah satunya, menjadi penopang program Petroleum Geopark Bojonegoro yang dicanangkan Kabupaten Bojonegoro.

Menurut Field Manager Pertamina EP, Agus Amperiyabto, wilayah Wonocolo memiliki kondisi alam yang menarik. Lebih menarik lagi karena juga dipadukan  kegiatan  penambangan minyak tradisional yang eksotik.

“Keberadaan sumur-sumur tradisional dengan tiang penyangga kayu yang dipadukan dengan ketrampilan penambang menggerakkan slink dan mengarahkan timba minyak ke lubang sumur adalah pemandangan yang langka,” ujarnya.

Wilayah Wonocolo merupakan sumur  minyak yang telah dieksploitasi sejak zaman Belanda dan hingga sekarang masih memproduksi  minyak dengan model tradisional.

Di wilayah Wonocolo, kegiatan eksploitasi migas justru terjadi di puncak-puncak bukit yang ada di ketinggian, seperti misalnya pada sumur KW 87.

Wilayah Wonocolo, satu-satunya wilayah di Indonesia, Bahkan Asian dan Dunia, yang  menjadi bukti keberadaan jembakan minyak  di anti-klin, dan masih memproduksi minyak hingga kini.

Dia menegaskan, sekitar wilayah Wonocolo  juga diketemukan fosil binatang purba dan manusia purba yang menjadi bukti juga keberadaan sungai purba yang mengalir dari pantai utara Jawa ke Pantai Selatan Jawa.

Tak ayal, wilayah Wonocolo bukan hanya menyimpan kandungan minyak dengan formasi bantuan yang sudah berusia lebih dari 2 juta tahun, tetapi juga menyimpan peradaban Indonesia masa lalu.

“Dalam konteks itulah, kami melihat wilayah ini layak kita kembangkan sebagai Geo Heritage Wonocolo sebagai bagian dari pengembangan Petroleum Geoprak Bojonegoro,” pungkasnya.(dwi/mcb)

Leave a Comment