Share

Produk Rajutan “Handmade” Diminati di Bojonegoro

Bojonegoro, 16/4 (Media Center) – Bagi Fitri Setyowanti (35) warga Kelurahan Mojokampung, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, waktu luang sebagai ibu rumah tangga merupakan waktu yang berharga untuk meraup pundi-pundi rupiah. Melalui tangan terampilnya, ibu satu anak ini mampu menghasilkan berbagai jenis dan ukuran prosuk rajutan mulai dari boneka, tas, dan dompet.

Fitri sendiri sudah menggeluti dunia rajut merajut sejak tiga tahun yang lalu. Kemampuan tersebut dimilikinya secara otodidak. Padahal, seni merajut sangat potensi di wilayahnya mengingat orang kota memiliki sifat konsumtif yang sangat tinggi.

“Tas rajut saya ini banyak sekali peminatnya, satu bulan bisa menjual sekitar lima sampai sepuluh tas rajut,” tukasnya.

Pada awalnya, ia membuat dompet rajut yang ukurannya relatif kecil. Kemudian, selah mahir, ia mulai mencoba membuat tas.

Hasil karyanya tersebut ternyata diminati banyak orang. Terlebih dengan adanya media sosial, produknya makin laku keras di pasaran. Harga yang ditawarkan juga bervariasi yakni antara Rp50.000 sampai Rp750.000

“Hanya saja, produk rajut ini masih dianggap murah. Padahal, membuatnya butuh keterampilan khusus. Istilah jawanya itu njelimet,” selanya.

Untuk membuat satu buah tas butuh waktu sekitar dua hari. Kalau dompet lebih cepat, sehari bisa membuat sampai lima buah. Selama ini, dia belajar rajut secara otodidak dan terus mengembangkan keahliannya melalui situs vidio online.(*dwi/mcb)

Leave a Comment