Share

Proses PPDB di Bojonegoro Menerapkan Tiga Jalur

Bojonegoro, Media Center – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMA Negeri di Kabupaten Bojonegoro menggunakan tiga jalur. Yakni jalur zonasi, prestasi dan perpindahan orangtua/wali murid.

Kacabdin Provinsi Jatim Wilayah Bojonegoro, Adi Prayitno, Selasa (11/6/2019) mengatakan PPDB sekarang ini merujuk aturan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Di dalam aturan ini, PPDB yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar, maupun Pemerintah Provinsi untuk pendidikan menengah, wajib menggunakan tiga jalur, yakni jalur Zonasi (90 persen), jalur Prestasi (5 persen), dan jalur Perpindahan Orang tua/Wali (5 persen).

“Zonasi pendidikan ini dimaksudkan untuk percepatan pemerataan akses dan kualitas pendidikan nasional,” lanjutnya.

Sistem zonasi untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang ada di pendidikan, khususnya di sektor pendidikan formal dan nonformal. Selain itu juga untuk mencari jalan penyelesaian masalah-masalah pendidikan secara terintegrasi.

“Meski demikian, masyarakat tidak perlu khawatir karena tidak hanya sistem zonasi saja yang diterapkan pada PPDB kali ini. Tapi juga non zonasi yakni melalui PPDB offline,” kata Kacabdin Provinsi Jatim Wilayah Bojonegoro, Adi Prayitno.

Menurutnya, proses pendaftaran yang offline merupakan jalur non zonasi. Jalur ini, yang menentukan adalah pihak sekolah itu sendiri di mana komposisi penilaian satunya seperti melalui jalur prestasi, atau keluarga tidak mampu.

“Untuk keluarga miskin itu, harus melampirkan KIP atau PKH,” tambahnya.

Sekarang ini, proses PPDB dimulai dengan pengambilan PIN. Kemudian, untuk pendaftaran offline dimulai tanggal 11-13 Juni, kemudian tanggal 14-15 semua data diverifikasi, lalu tanggal 17 pengumuman penerimaan.

Sementara untuk pendaftaran online, juga sudah mulai pengambilan PIN, lalu pengambilan formulir mulai tanggal 17-20 Juni 2019 dan pada pukul 24.00 Wib ditutup.

Dia menambahkan, kebutuhan siswa SMA Negeri di Bojonegoro adalah sebanyak 4.968 kursi, sementara untuk SMK Negeri adalah 6.840 kursi. (Rin/NN)

Leave a Comment