Share

Pemkab Bojonegoro Larang Penambang Galian C Beroperasi

Bojonegoro, 2/11 (Media Center) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, mengumpulkan tujuh penambang galian c di ruang Batik Madrim, lantai II, pada Rabu (2/11). Dalam pertemuan ini, Pemkab Bojonegoro meminta para penambang berhenti beroperasi sebelum izin usaha pertambangan (IUP) diterbitkan oleh Pemprov Jawa Timur

Kepala Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral, Agus Suprianto, menyampaikan, saat ini pemkab Bojonegoro tengah memproses penerbitan rekomendasi teknis untuk para penambang ditujukan ke Pemprov Jatim.

Namun, selama proses berlangsung, Agus meminta kepada mereka untuk mematuhi Perbup No 30 tahun 2016 tentang pedoman penerbitan rekomendasi teknis pengajuan wilayah izin usaha pertambangan di Kabupaten Bojonegoro.

“Kami minta, sebelum izinnya diterbitkan oleh Pemprov Jatim, kegiatan penambangan tidak beroperasi. Kalau ada yang melanggar, rekomendasinya akan dicabut dan tidak memproses pengajuan selanjutnya,” tegas Agus.

Selain itu, selama proses izin berlangsung, ketujuh penambang harus mematuhi dan komitmen terhadap aturan yang sudah ada. Diantaranya memperhatikan aspek sosial, ekonomi, lingkungan, pendapatan daerah, kerusakan jalan, ketenteraman dan kenyamanan masyarakat.

“Jadi, masing-masing penambang mempresentasikan komitmennya apabila tambang beroperasi. Jika ada kekurangan, tim dari pemkab akan menambahkan,” tandasnya.

Salah satu penambang, Joko Harmono, mengaku, saat ini lokasi tambang yang diajukan izinnya terletak di Desa Tebon, Kecamatan Padangan. Nantinya, apabila IUP telah terbit, maka pihaknya akan mematuhi semua aturan dari pemerintah.

“Saya berjanji, akan mematuhi segala aturan yang berlaku,” tukasnya.(dwi/mcb)

Leave a Comment