Share

Proses TKD Molor, Bupati Bojonegoro Minta EMCL Disanksi

Bojonegoro (Media Center) – Bupati Bojonegoro, Suyoto, meminta SKK Migas menjatuhkan sanksi kepada Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) lantaran tak segera menyelesaikan proses Tukar Guling Tanah Kas Desa (TKD) Gayam seluas 13,5 hektare (ha).

Ia menyampaikan, selama ini Pemkab ingin membantu operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, EMCL untuk memenuhi kewajibannya menyelesaikan proses TKD. Namun, hingga saat ini masalah tersebut belum juga terselesaikan.

“Jangan lupa, TKD Gayam itu yang perlu EMCL. Jadi, yang seharusnya proaktif itu ya mereka,” tegas Suyoto.

Pemkab memfasilitasi karena telah mengeluarkan ijin prinsip untuk menggunakan tanah itu. Oleh sebab itu, berkali-kali diadakan pertemuan. Sampai secara tehnik, setiap pergantian tahun harus menggunakan aturan baru.

“Ini yang sekarang saya minta kajian dari semua pihak. Setelah begini apakah mengacu pada UU yang lama atau yang baru,” tukasnya.

Bupati yang akrab disapa Kang Yoto ini menyatakan, selama ini Pemkab ngotot untuk melakukan pertemuan demi pertemuan supaya tidak memperpanjang masalah lagi. Sehingga, muncul pertanyaan apa yang bisa membuat proses TKD menjadi cepat dan tak berlarut-larut.

“Tapi kan seluruh inisiator yang sah ada di EMCL,” tandasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya mendukung adanya rumusan sanksi yang harus diberikan kepada EMCL karena telah melanggar komitennya dan janji yang seharusnya ditepati sejak awal.(dwi/mcb)

Leave a Comment