Share

PT KAI Tegaskan Rel Bengkong Bukan Lahan Tidur

Bojonegoro, 6/1 (Media Center) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan, lahan yang menjadi aset perusahaan di Jalan Pondok Pinang, Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, atau biasa disebut rel bengkong bukan lahan tertidur.

“Itu bukan lahan tertidur, dulu itu merupakan jalur rel kereta api Bojonegoro-Jatirogo. Karena tidak aktif lagi maka tidak terpakai. Tapi, bukan berarti dibiarkan begitu saja,” ujar Asisten Manager DAOP 8, Tumito, Jumat (6/1).

Dia menjelaskan, hingga saat ini belum ada koordinasi dengan Dirjen Perhubungan terkait pengaktifan kembali rel Kereta Api tersebut. Sehingga, PT KAI tidak bisa memastikan kapan rel akan digunakan kembali.

“Kami sekarang hanya bertugas melakukan penertiban aset yang digunakan warga sebagai pemukiman,” lanjutnya.

Sementara itu, salah satu warga setempat, Sumingkat (60), mengklaim bahwa dirinyalah yang pertama kali berinisiatif menggunakan lahan di rel bengkong sebagai tempat tinggal.

“Dulu perjuangan sampai berdarah-darah untuk dapat tinggal disini. Saya juga punya PBB rumah saya, kok sekarang aturannya jadi seperti ini?” ujarnya.

Dia meminta agar PT KAI tidak membuat masyarakat resah dengan kabar pengaktifan rel. Selain itu, harga sewa yang ditetapkan PT KAI dinilai terlalu tinggi sehingga memberatkan rakyat kecil.

“Kita ingin tahu, apakah jalan ini benar-benar milik PT KAI. harus tahu terleboh dahulu legalitasnya,” pungkasnya.(dwi/mcb)

Gambar : bojonegorokab.go.id

Leave a Comment