Share

Puluhan Warga Papringan Bojonegoro Demo Terkait Relokasi

Bojonegoro, 23/2 (Media Center) – Puluhan warga Dusun Kalimati, Desa Papringan, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar demo di “base camp” PT Hutama Karya di Kecamatan Temayang, dengan tuntutan meminta kejelasan nasibnya, Jumat (23/2).

Camat Temayang, Bojonegoro Heri Widodo, di Bojonegoro, menjelaskan warga yang menggelar demo itu menuntut Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo di Solo, Jawa Tengah, menyelesaikan opsi relokasi atau pemberian ganti uang tanah yang dibebaskan.

“Opsi relokasi dan ganti uang atas tanah sampai sekarang belum ada kejelasan,” tulis warga dalam aspirasinya.

Warga di Desa Papringan, yang tanahnya terkena dampak pembangunan Waduk Gonseng, menolak opsi lainnya sebelum opsi relokasi atau ganti uang atas tanah ada kejelasan.

Puluhan pendemo dalam aksinya diterima perwakilan BBWS, PT HK, dan anggota DPRD Ali Mustofa dan jajaran Forpincam Kecamatan Temayang dan petugas Dalmas Polres.

“Ada sekitar 50 warga dengan tuntutan meminta kejelasan masalah relokasi warga yang tanahnya terkena dampak pembangunan Waduk Gonseng,” ucap Heri Widodo.

Kepala Dinas Pengairan Bojonegoro Edi Susanto, sebelumnya menjelaskan, BBWS sedang mengkaji secara teknis warga di Desa Papringan, Kecamatan Temayang, yang tanahnya dibebaskan untuk lokasi Waduk Gonseng tidak harus direlokasi.

“Warga tetap di tempat tanahnya sekarang, tetapi secara teknis BBWS akan menambah tanggul untuk mengamankan warga setempat,” ucap dia.

Hanya saja, kata dia, opsi kajian itu tetap ditawarkan kepada warga, karena opsi yang dipersiapkan selain relokasi juga pemberian uang atas tanah warga yang dibebaskan.

“Ada 223 kepala keluarga (KK) warga Papringan yang tanahnya akan dibebaskan untuk lokasi Waduk Gonseng,” ucap dia menambahkan.

Leave a Comment