Share

Punya Makna Mendalam, Ini Filosofi Logo HJB Ke-343

Bojonegoro, Median Center – Logo Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-343 tahun 2020 diluncurkan Bupati Bojonegoro Anna Muawanah di Ruang Command Center gedung PIP lantai 2 Bojonegoro Minggu (11/10/2020). Logo buah karya Ilham Abitama ini punya makna mendalam.

Logo HJB tahun 2020 ini menggambarkan semangat dan persatuan Kabupaten Bojonegoro. Yakni “Menjadikan Bojonegoro sebagai Sumber Ekonomi Kerakyatan dan Sosial Budaya Lokal untuk Terwujudnya Masyarakat yang Beriman, Sejahtera dan Berdaya Saing”.

Logo HJB ke-343 ini mempunyai bentuk angka dan warna yang saling berkaitan dan bermakna antar elemennya. Hal ini menggambarkan Kabupaten Bojonegoro yang saling berkesinambungan mulai dari alam, masyarakat, pemerintah, dan bagian penting lainnya.

Tentu dengan adanya logo baru ini dapat menjadi harapan bersama untuk mewujudkan kesejahteraan, kemajuan, dan prestasi bersama, sesuai Tema yang diusung HJB ke-343 tahun ini “Kerja, Maju, dan Prestasi Bersama”.

Logo ini mempunyai beberapa elemen warna yaitu:
1. Warna Biru menggambarkan elemen air yang merupakan sumber kehidupan
2. Warna Oren menggambarkan Kabupaten Bojonegoro mempunyai kekayaan alam berupa Energi (Minyak bumi/gas)
3. Warna Hijau menggambarkan alam sebagian wilayah Bojonegoro terdiri dari hutan dan pertanian, dan
4. Warna Merah menggambarkan semangat dan persatuan masyarakat Bojonegoro.

Di dalam logo tersebut mengandung nilai sosial dan pariwisata yang ada di Bojonegoro seperti jembatan Sosrodilogo, tambang minyak, tari thengul, sungai Bengawan Solo, lumbung pangan, dan kerukunan masyarakat Bojonegoro

Di balik kesan mewah dan elegan logo tersebut, terdapat seorang kreator asal Desa Sumuragung RT. 14 RW. 04 Kec. Sumberrejo Kab. Bojonegoro. Ia adalah Ilham Abitama sang pemenang lomba Logo HJB tahun ini.

Ilham merupakan alumni Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan sudah sejak lama menggeluti seni desain. Ia mengerjakan logo HJB ke-343 selama 3 hari dengan berbekal kemampuan dan inspirasi serta referensi dari HUT RI ke 75. Ide kreatifnya lalu ia kembangkan dan disesuaikan dengan tema yang diusung HJB tahun ini.

Pada awalnya, Pemuda kelahiran Bojonegoro 17 Mei 1996 ini mengetahui pengumuman lomba melalui media sosial lalu ikut mendaftar dan menjadi juara 1 menyingkirkan 87 peserta lainnya. Ia berharap masyarakat Bojonegoro menyukai logo buatannya, dan suatu kehormatan baginya karena buah karyanya bisa menjadi ikon pariwisata Bojonegoro tahun ini.

“Semoga masyarakat suka dengan karya saya, terimakasih kepada semua pihak yang sudah mendukung saya,” pungkasnya. (Alfan)

Leave a Comment