Share

Punya potensi Khas, Bojonegoro Jadi Sasaran Program “Kombet Kreatif”

Bojonegoro, 25/9 (Media Center) – Kabupaten Bojonegoro terpilih menjadi kabupaten/kota ketujuh yang akan mendapat pendampingan dari Tempo Institute dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) daLAM program “Pendampingan Komunitas Kreatif Bekraf – Tempo Institute” atau Kombet Kreatif pada Kamis hingga Sabtu (27-29/9) mendatang. Setidaknya ada 40 pelaku ekonomi dan industri kreatif yang terpilih hadir menjadi peserta di Pusat Pengembangan Industri Kreatif (PPIK) Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro.

Bojonegoro terpilih lantaran memiliki potensi yang dianggap unik dan khas. Diantaranya adalah di bidang kerajinan seperti batik Jonegoroan, wayang dan gerabah. Komunitas kreatif perlu berjejaring, berkolaborasi dan menjadi pendorong kemajuan ekonomi kreatif.

“Kami percaya, komunitas kreatif yang berjejaring kuat akan meningkatkan ekonomi kreatif di daerah dan juga bermanfaat di level nasional,” kata Endah Wahyu, Deputi Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah Bekraf, Selasa (25/9).

Program ini menghadirkan kreator inspiratif, ahli pemasaran, dan pakar branding. Nantinya, akan ada Arief Ayip Budiman, atau biasa disapa Kang Ayip, pakar branding dan co founder Rumah Sanur. Rumah Sanur adalah pusat komunitas lokal, bisnis, wirausahawan sosial, pedagang, pemula, seniman, dan kreatif. Komunitas ini menyatukan berbagai orang dan bisnis dengan keterampilan dan latar belakang yang berbeda, untuk menstimulasi ide dan membangun hubungan lintas sektor.

Selain Kang Ayip, ada Vincentius, Manager Tata Rupa. Tata Rupa adalah wadah para pelaku UMKM yang akan langsung dipertemukan dengan desainer dalam sebuah workshop terpadu yang bertujuan untuk menghasilkan brand yang baru bagi UMKM itu. Para pelaku UMKM yang terkumpul di Tata Rupa sekarang lebih mengerti pentingnya branding dan desain dalam sebuah produk sehingga daya saing produk itu di pasar nasional dan internasional meningkat.

Dua pakar ini sejalan dengan misi yang dibangun Kombet Kreatif yakni lebih dari sekadar pertemuan komunitas.

Dalam program ini, Bojonegoro menjadi kota ketujuh dari 12 kota yang didatangi program Kombet Kreatif. Yang pertama adalah Kota Padang pada 27-29 September, selanjutnya diikuti oleh Surabaya, Karangasem, Kendari, Maumere, dan Malang. Setelah Bojonegoro, Pendampingan Kombet Kreatif akan berlanjut di Singkawang, Bandung Barat, Belu, Kupang, dan Merauke. (*lya/mcb)

Leave a Comment