Share

Ratusan Warga Tertarik Gunakan Terapi Ion Elektrik

Dalam sehari, warga yang mendatangi kediaman Asmirah mencapai ratusan orang, untuk melayani mereka, Asmirah harus telaten mulai pukul 7 pagi hingga menjelang maghrib

Bojonegoro (Media Center) – Rumah Asmirah semakin ramai dikunjungi orang, mereka adalah warga yang ingin berobat dengan metode yang dikembangkan oleh Asmirah sejak 3 bulan lalu. Terletak di Dusun Brumbung, Desa Kalicilik, Kecamatan Sukosewu, Bojonegoro Jawa Timur, metode terapi ion elektrik ternyata cukup mendapat perhatian warga.

“Saya dulu penderita sinuistis, terus oleh dokter disuruh operasi. Namun akhirnya saya memilih untuk melakukan terapi ion elektrik,” kata Asmirah. Dari terapi yang dijalaninya itu, akhirnya Asmirah sembuh dari penyakitnya, sejak saat itulah ia kemudian menjadikan terapi ion elektrik untuk menyembuhkan orang lain.

Ia menjelaskan, motivasinya membuka terapi ion elektrik hanyalah semata-mata untuk berbagi kesembuhan. “Biayanya hanya 10ribu rupiah per orang, memang sengaja dibikin murah,” tambahnya.

Metode terapi ion elektrik sendiri merupakan metode yang menggunakan media air bercampur garam dengan aliran listrik. “Dengan cara merendam untuk kemudian mengeluarkan racun-racun yang ada, nanti airnya berubah warna. Setiap warna mempunyai arti masing-masing,” jelasnya.

Ia mencontohkan, bila air berubah menjadi merah maka itu berarti racun yang ada di ginjal, kalau hijau adalah racun penyebab sering sakit kepala, sementara saat mengeluarkan kadar kolesterol berlebihan air akan berubah menjadi kuning bercampur minyak.

Dalam sehari, warga yang mendatangi kediaman Asmirah mencapai ratusan orang, untuk melayani mereka, Asmirah harus telaten mulai pukul 7 pagi hingga menjelang maghrib. (*/tinmcb)

Leave a Comment