Share

Relokasi Warga Waduk Gongseng Tunggu Izin Kemenhut

Bojonegoro (Media Center) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, terus mendorong pembangunan Waduk Gongseng di Kabupaten Bojonegoro.

Wakil Ketua Komisi A, Anam Warsito, menyampaikan, selain mendukung pembangunan waduk tersebut, pihaknya mengantisipasi penggunaan lahan di sekitar waduk yang berpotensi dijadikan galian C.

“Jangan sampai melakukan pengambilan tanah urug disekitar waduk, karena akan merusak lingkungan,” ungkapnya.

Sementara itu, pembangunan waduk saat ini masih menunggu selesainya relokasi sekitar 260 kepala keluarga (KK) atau sekitar 830 jiwa warga Desa Kedungsari dan Papringan, Kecamatan Temayang, ke tempat yang baru.

Kepala Dinas Pengairan Bojonegoro Edi Susanto, mengatakan, Balai Besar Bengawan Solo di Solo, Jawa Tengah akan mulai membangun bangunan induk Waduk Gongseng apabila relokasi warga telah diselesaikan.

“Balai Besar Bengawan Solo di Solo sudah mulai mengerjakan pembangunan akses jalan menuju lokasi waduk sepanjang satu Km,” ujarnya pada kanalbojonegoro.com.

Dia mengungkapkan, relokasi warga juga masih menunggu turunnya izin dari Menteri Kehutanan karena memanfaatkan tanah Perhutani.

Dari data Dinas Pengairan menyebutkan, Waduk Gongseng memiliki tipe bendungan urugan random tanah inti tegak, dengan luas genangan 346 hektare. Untuk tampungan air sekitar 23 juta meter kubik, dimanfaatkan untuk mengairi areal pertanian seluas 6.191 hektare. lain itu, sebagai penyedia air baku sekitar 300 liter/detik.

Sementara itu, Camat Temayang, Gunardi menyebutkan terdapat 223 kepala keluarga dengan 730 jiwa di Desa Papringan.

“Ada kesepakatan, apabila warga akan menempati lokasi tanah Perhutani di tepi jalan raya,” tukasnya.(dwi/*mcb)

Leave a Comment