Share

Resep Agar Badan Fit Selama Puasa Ramadhan

OPINI Oleh Nove Zain Wisuda

Bojonegoro, 30/5 (Media Center) – Bagi umat Islam, datangnya Bulan Ramadhan merupakan sebuah kegembiraan. Oleh karena bagi umat Islam Ramadhan merupakan bulan yang pernuh berkah penuh ampunan. Selama Bulan Ramadhan, umat Islam diwajibkan menjalankan puasa sejak terbit matahari hingga tenggelamnya matahari, untuk negara tropis seperti Indonesia lama waktu puasa adalah sekitar 13-14 jam.

Namun demikian, meskipun menjalankan Ibadah Puasa, bukan berarti kewajiban untuk bekerja dan aktifitas lainnya harus berhenti, kita berpuasa dengan tetap menjalankan aktifitas sehari-hari seperti biasa. Agar puasa lancar dan badan tetap fit, ada hal-hal yang bisa kita lakukan untuk mengelola puasa kita.

SAHUR
Selama ini kita mungkin berpikiran bahwa semakin banyak kita makan ketika sahur maka kita akan semakin fit selama menjalankan puasa. Pada kenyataannya anggapan itu tidak sepenuhnya benar, oleh karena jika kita terlalu banyak makan ketika sahur, justru akan menyebabkan tubuh kita bekerja keras untuk mencerna makanan, sehingga kita akan merasakan kantuk dan lelah sejak pagi dan tidak menutup kemungkinan akan merasakan kantuk dan lelah hingga sore hari.

Agar sahur kita dapat mensuplai energi untuk beraktifitas hingga waktu buka puasa, maka menu sahur kita harus lengkap, yaitu terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, buah dan sayuran dengan komposisi yang seimbang.

Agar rasa kenyang bertahan lama, sumber karbohidrat sebaiknya memilih karbohidrat dengan indeks glikemik rendah yaitu jenis karbohidrat yang memerlukan waktu lama untuk dicerna menjadi gula darah (glukosa). Sebagai contoh, nasi putih dapat diganti dengan nasi merah.

Selain karbohidrat, lemak dan protein juga sangat penting untuk membuat kita fit sepanjang hari. Namun jumlahnya jangan berlebih, misalnya seperti menu nasi goreng yang menggunakan banyak minyak, hal ini justru akan membuat kita merasa haus sepanjang hari.

Bagian dari makan sahur yang tidak kalah penting adalah buah dan sayuran, karena buah dan sayuran akan mensupali tubuh kita dengan vitamin dan mineral yang membuat kita merasa segar selama puasa. Yang terakhir adalah air putih, kita harus mengkonsumsi air yang cukup ketika sahur, sehingga waktu berpuasa tubuh kita akan terhindar dari dehidrasi.

AKTIFITAS FISIK
Agar tubuh kita tidak lemas dan terasa lelah, sebaiknya setelah shubuh kita tidak kembali tidur, kita dapat melakukan aktifitas fisik ringan seperti jalan kaki, menyiram tanaman atau membersihkan halaman rumah. Aktifitas ringan tersebut akan membuat kita semakin fit dalam beraktifitas selanjutnya.

Jika Anda orang yang gemar berolahraga, maka ada baiknya jika jadwal olahraga Anda diubah menjadi malam hari. Sebenarnya olahraga tidak dilarang ketika berpuasa, namun dengan mengubah jadwal menjadi malam hari hal ini dapat menghindari terjadinya dehidrasi atau sakit kepala karena kadar gula darah yang terlalu rendah (hipoglikemia).

BUKA PUASA
Saat yang paling dinanti oleh orang yang berpuasa, saat berbuka puasa mungkin kita berpikir akan menghabiskan semua makanan yang tersedia. STOP!!!

Agar nafsu makan kita tidak membabi buta, sebaiknya buka puasa dimulai dengan air putih dan buah-buahan, misalnya kurma atau sepotong semangka. Saya tidak menyarankan menkonsumsi sirup, karena ini akan membua gula darah kita naik secara mendadak.

Setelah buka puasa kecil, kita bisa istirahat sebentar dari makan untuk shalat maghrib, dengan memberi jeda sebentar sebelum makan besar, nafsu makan kita akan lebih terkontrol, sehingga mencegah kita untuk makan terlalu banyak ketika berbuka puasa, karena makan terlalu banyak justru akan membuat kita kelelahan dan mengantuk, yang justru bisa membuat kita tidak mampu melakukan aktifitas berikutnya seperti Taraweh atau Tadarus.

Dengan mengelola sahur, aktifitas fisik, dan buka puasa dengan baik maka akan membuat puasa kita lancar dan tetap dapat beraktifitas seperti biasa dengan kondisi fit bahkan bisa lebih fit dari saat tidak berpuasa. (*)

(Nove Zain Wisuda, SKM Alumnus Human Resources for Health, The Royal Tropica Institute (KIT), Amsterdam)

Leave a Comment