Share

Rumah Kreatif di Mojodeso Olah Limbah Cair Sisa Produksi Banner Jadi Cat

Bojonegoro, Media Center – Pesta Demokrasi 2019 di Indonesia telah terlaksana dengan hiruk pikuk atribut-nya. Kini menyisakan banyak sampah dari bekas banner atribut kampanye. Selain banner, ternyata ada limbah cair dari proses produksi pembuatan banner yang rawan mencemari lingkungan. Lalu bagaimana mengolah limbah cair tersebut?

Adib Nurdiyanto, Penggagas Rumah Kreatif di Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, Bojonegoro mencoba memanfaatkan limbah cair ini untuk diolah menjadi cat. Sebelumnya, dosen ini sukses melakukannya dengan bahan limbah produksi batik. Hasilnya adalah cat tembok yang sangat pekat, sehingga sangat cocok untuk cat pelapis kayu atau cat pelindung kayu dari air dan hama.

Cat yang dihasilkan dari limbah cair proses produksi atribut kampanye, saat masih dalam kondisi basah di suatu permukaan kayu, air yang disiramkan diatas nya pun tidak luntur. Adib menambahkan bahwa sifat cat daur ulang ini efektif untuk menutup pori-pori pada kayu.

“Ketika diaplikasikan untuk tembok, hasilnya sangat memuaskan untuk ‘outdoor painting’,” kata pria penggagas rumah kreatif di desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, Bojonegoro ini.

Sementara saat diujikan ke bahan logam seperti seng, daya lengketnya juga bagus. Namun, karena kuatnya sifat pewarna dalam limbah ini, Adib mengaku hanya bisa menghasilkan cat daur ulang dengan warna gelap saja.

“Ini belum diperjualbelikan, masih uji coba tapi kalau berhasil kami kembangkan lagi,” pungkasnya.

Limbah cair dari proses produksi banner bewarna hitam pekat dengan bau cukup menyengat. Ketika limbah cair ini mengenai kulit, salah satu efeknya adalah gatal-gatal. Bahkan jika disiramkan ke rumput, rumput pun mati dalam waktu 3 hari. Oleh karena nya, sangat jelas bahwa limbah ini sangat mencemari air ketika di buang langsung ke tanah. (Rin/NN)

Leave a Comment