Share

Sambang Desa, Bupati Anna Ajak OPD Serap Aspirasi Warga

Bojonegoro, Media Center – Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah melanjutkan sambang desa di Desa Blongsong Kecamatan .

Baureno, Kamis (21/03/2019) malam. Kegiatan yang dipusatkan di salah satu rumah Ketua RT Dusun Sayang, dihadiri asisten, organisasi perangkat daerah (OPD), Camat, kapolsek, kades seluruh Baureno dan ratusan masyarakat.

Seperti kegiatan sebelumnya di Desa Jatiblimbing, Kecamatan Dander, dan Sumberagung, Kecamatan Kepohbaru, sambang desa kali ini membahas tentang pertumbuhan sektor pertanian, infrastruktur, dan Saluran air. Dengan narasumber utama yaitu Kepala Dinas Pertanian, Kepala PU Bina Marga, dan Kepala PU Sumber Daya Air.

Bupati mengajak dinas terkait untuk menyerap aspirasi warga di wilayah Bojonegoro bagian timur. Pembahasan pertama disampaikan Plt Kepala Dinas PU Bina Marga, Nur Sujito. Ia menyampaikan sudah mendapat data infrastruktur yang harus dibenahi antara lain jalur Baureno-Kepohbaru, Baureno-Simorejo, dan Baureno wilayah selatan.

Untuk pembangunan infrastruktur tersebut telah disediakan anggaran sebesar Rl17 Miliar dan akan digarap mulai 2020. Sedangkan untuk tahun 2019 ini, Pemkab akan menggarap jalan akses pertanian terlebih dulu. Beberapa jalur sudah masuk daftar untuk digarap yaitu desa Sumuragung, Tanggungan, Kauman, karangdayu, Pomahan, dan Gunungsari.

Menurut Mas Nur-sapaan akrabnya-ada tiga desa yang belum terjamah oleh PU Bina Marga. Diharapkan masing-masing kepala desa tersebut menghubungi Dinas PU Bina Marga untuk pendataan infrastruktur.

“Dalam catatan saya ada tiga wilayah desa yang terlewati untuk dipantau keadaanya, untuk itu saya harap agar kepala desa segera ditindaklanjuti ke dinas,” ujarnya dihadapan warga yang hadir.

Pihaknya menghimbau masyarakat untuk saling menjaga dan memelihara infrastruktur agar tidak cepat rusak.

“Saya mohon kepada warga selain mengusulkan dan membangun, kita harus saling menjaga,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Dinas Pertanian menyampaikan tentang pupuk, bibit dan tanaman yang bisa ditanam sesuai cuaca di Bojonegoro. Kepala Dinas Pertanian Akhmad Djupari menjelaskan, wilayah Baureno ini banyak sekali yang menanam Tembakau walaupun tidak sedikit yang menanam padi. Hal ini dikarenakan cuaca yang cukup terik di siang hari dan tidak menentu di malam hari.

Djupari-sapaan akrabnya menghimbau, petani untuk menggunakan pupuk organik sebagai nutrisi utama sebelum memakai pupuk kimia.

“Harusnya pupuk organik itu menjadi peran utama sebelum pupuk kimia, jangan dibalik. Selain menjaga tanaman kita juga harus menjaga lingkungan agar panen maksimal,” tegasnya.

Sesuai catatannya, kurang lebih Rp 30 miliar anggaran digelontorkan pemerintah untuk wilayah Timur Bojonegoro. Petani akan mendapatkan dana asuransi sebesar 6 juta/hektar jika mengalami gagal panen.

Sementara itu, Dinas PU Sumber Daya Air menggarap beberapa titik saluran/tampungan air di wilayah Baureno. Salah satunya waduk di Desa Karangdayu yang sebelumnya terbilang dangkal dan menyebabkan banjir ketika musim hujan. Kini sudah dinormalisasi dan berdaya tampung lebih besar sehingga sangat berguna untuk pertanian warga.

“Ada beberapa titik yang akan kami garap sepanjang tahun 2019-2020 di wilayah Baureno, semua sudah masuk jadwal,” sambung Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Bojonegoro, Edi Susanto.

Bupati Anna menanggapi sejumlah pertanyaan dari warga terkait beberapa keluhan yang disampaikan. Bupati perempuan pertama Bojonegoro itu menyampaikan jika permasalahan tersebut menjadi tanggung jawab pemkab.

“Silahkan diusulkan melalui dinas terkait, tapi kalau tanggung jawab provinsi atau pusat (nasional) tentunya harus meminta izin dulu,” ujar Bu Anna, sapaan akrab Bupati Bojonegoro.

Salah satunya pertanyaan warga terkait palang pintu kereta api yang berada di desa Blongsong. Di sekitar rel kereta api dinilai mulai ramai di jam kerja dan malam hari sedangkan kereta bergerak sangat cepat tanpa adanya palang pintu yang menutup jalan.

“Permasalahan apapun yang menyangkut kereta api harus melalui PT.KAI karena itu wewenang mereka, harus ada MOU antara Pemkab dengan PT KAI, akan saya tidak lanjuti dan diurus izinnya,” tutup Bu Anna.(Alfan/Dwi)

Leave a Comment