Share

Sambutan Bupati Bojonegoro pada Idul Fitri 1437 H

Membangun Gerakan Manusia Unggul Bojonegoro

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walilahilhamd

Bapak/Ibu yang saya hormati
Kamu Muda yang saya banggakan
Anak-anak yang saya sayangi

Mari kita bersyukur kepada Alloh, setelah kita semua mendapatkan kesempatan berpuasa selama sebulan. Hari ini kita bisa hadir di tempat ini untuk melaksanakan sholat Idul Fitri. Beberapa hari ini kita merasakan suasana lebaran. Suasana silaturrahmi di antara sesama warga Bojonegoro.

Dalam suasana Idul Fitri, izinkan saya mengingatkan kepada semua rakyat Bojonegoro. Bahwa tidak ada masa depan yang lebih baik kecuali kita berusaha bersama. Sejarah membuktikan, hanya bangsa yang kuat: hati, fikiran dan kuat dalam berinovasi yang dapat menjadikan bangsa menjadi besar.

Bangsa yang kuat bukanlah bangsa yang memiliki sumber daya alam melimpah ruah, tetapi kualitas sumberdaya manusianya rendah. Hanya bangsa yang sanggup mengatasi kesulitannya dan terus mencari terobosan dan mewujudkan terbaik bagi sesame sehingga menjadi bangsa besar.

Hadirin yang saya hormati

Dalam kesadaran itu dan suasana penuh kasih Idul Fitri, saya memohon seluruh pihak untuk mendukung program gerakan ayo sekolah. Kita berharap, kelak tidak ada satupun anak Bojonegor, baik dari keluarga berkecukupan atau dari keluarga kurang mampu, tidak ada yang tidak lulus Sekolah Menengah Atas. Walaupun Pemerintah Bojonegoro tahun 2016 ini, telah memberikan beasiswa Rp 2 juta persiswa, namun jika tidak ada dukungan orang tua dan semua lapisan gerakan sekolah, tentu program ini tidak berhasil.

Untuk itu saya mohon. Pertama, yakinkan anak-anak bahwa hanya dengan jiwa sehat, fisik sehat dan kuat, otak yang hidup, tangan terampil dan pandai berhubungan dengan lainnya, maka kelak anak-anak dapat hidup lebih baik. Anak-anak seperti inilah yang kelak dapat hidup mandiri dan bermanfaat.

Kedua, Mari kita sama-sama menyadari bahwa sumber pendapatan rakyat Bojonegoro, kini sudah nyata berubah. Dahulu mayoritas kita hidup dari pertanian-peternakan, kini telah ada industri migas. Industri padat karya di pedesaan, dimana kita merasakan perdagangan dan jasa mulai menggeliat, pun juga sektor pariwisata.

Perubahan ini merupakan keharusan sejarah, dimana tanah, sawah dan ladang tidak lagi cukup menampung tenaga kerja. Rakyat Bojonegoro harus bisa hidup dengan berbagai cara baru, semangat dan mentalitas harus kuat, iman dan taqwa harus lebih baik. Maka, anak-anak harus menyiapkan diri dan dipersiapkan lebih baik lagi. Anak-anak adalah anugerah Allo, tetapi bila tidak tumbuh dengan baik, kelak bisa menjadi musiba, fitnah dan laknat bagi keluarga dan masyarakat.

Ketiga, Kepada bapak-ibu mohon saling mengingatkan agar para orang tua tidak menikahkan putra-putrinya sebelum lulus SLTA. Sudah cukup banyak bukti, bahwa kekerasan dalam keluarga, perdagangan manusia, dan kegagalan keluarga, salah satunya dipicu oleh pernikahan dini. Saya telah mengeluarkan kebijakan bahwa bagi anak-anak yang terpaksa, sekali lagi terpaksa menikah, agar tetap sekolah. Pemerintah Bojonegoro telah menyediakan paket C secara gratis bagi mereka yang karena sesuatu hal tidak dapat menyelesaikan jenjang SLTA.

Empat, mungkin di antara bapak-ibu ada yang belum tahu, bahwa Pemerintah Bojonegoro, dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja, telah membuka bursa tenaga kerja online dan terus-menerus. Pemerintah menyediakan pelbagai jenis pelatihan, keterampilan apa saja yang diinginkan. Bidang pertanian, pengolahan hasil pertanian, service, jasa, wisata dan apa saja yang mungkin saja dapat dilayani. Pelatihan keterampilan ini sungguh penting agar tenaga yang dimiliki semakin produktif. Silahkan dimanfaatkan, tinggal daftar di pemerintah desa masing-masing.

Lima, saya ingin menyampaikan, tahun 2016 ini Pemerintah Bojonegoro mulai membangun kampus Akademi Komunitas Negeri (AKN) di Desa Ngumpak Dalem, Dander. Mudah-mudahan akhir tahun depan, bisa digunakan dan perkuliahan AKN yang selama ini menggunakan gedung SMKN segera pindah. Saya berharap, semakin banyak anak-anak Bojonegoro lulus minimal diploma dua. Bila tahun ini baru 500 anak mendapatkan beasiswa, maka tahun 2018 nanti, sangat mungkin Pemerintah Bojonegoro bisa memberikan beasiswa bagi 10.000 anak dan kuliah di AKN. Dan AKN pula yang kita harapkan menjadi salah satu pilar pembangunan sumberdaya manusia Bojonegoro.

Enam, semua rencana ini tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak. Kita juga berharap agar harga minyak tidak jatuh seperti tahun ini, hingga pendapatan Pemerintah Bojonegoro jauh di bawah target. Kepada orang tua muda, saya mohon dengan sungguh-sungguh memperhatikan kebutuhan gizi dan kasih sayang anak-anak. Kepada Ibu PKK dan Gerakan Dasar Wisma, saya mengucapkan terima kasih atas kerja kerasnya yang turut membangun keluarga sejahtera bahagia. Jalan masih panjang dan kita terus bahu membahu.

Saya percaya bila para tokoh agama, tokoh politik, para aktifis muda, pemerintah kabupaten dan desa, para pendidik dan pengusaha saling mendukung, maka keinginan kita semua agar kelak warga Bojonegoro yang hidup miskin semakin sedikit sebaliknya yang sejahtera semakin banyak, cepat terwujud. Bukankah ini yang menjadi cita-cita kita semua.

Agar semua cita-cita dan gerakan ini dapat kita wujudkan, maka jalinan silaturrahmi, kasih sayang, saling menghargai dan saling percayaharus terus kita kuatkan. Mudah-mudahan Idul Fitri ini semakin membawa berkah buat kita semua.

Bojonegoro 1 Syawal 1437 H

Bupati Bojonegoro, Suyoto

Leave a Comment