Share

Sanggar LAB Hidupkan Seni Rupa Bojonegoro

Bojonegoro (Media Center) – Kelompok seni rupa, Sanggar Line Art Bojonegoro (LAB), Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tampak semangat menggelar pameran.

Beberapa lukisan dari berbagai perupa itu dipajang di trotoar seputar tribun Alun-alun Bojonegoro tiap hari minggu saat car free day berlangsung. Pameran ini sengaja tidak dilakukan di gedung agar masyarakat bisa langsung menikmati lukisan tersebut.

Aris Aripin, salah satu perupa di Bojonegoro mengungkapkan, pameran ini merupakan bentuk istiqomah mengumpulkan perupa yang ada di Bojonegoro dan sekitarnya. Dia mengungkapkan, sebenarnya banyak perupa yang masih belum muncul. Sehingga perlu dibentuknya media bagi mereka agar lebih percaya diri untuk terus berkarya.

“Sebenarnya idenya dari obrolan teman-teman. Pameran seni rupa tidak hanya di gedung. Jadi penikmat lebih luas,” kata pria yang juga sebagai koordinator di Sanggar Seni Rupa, Line Art Bojonegoro (LAB), Selasa (29/12).

Pak Pin, sapaan akrabnya, mengungkapkan, pameran ini hanya sebagai pemantik semangat dan memberi ruang bagi para perupa agar terus berkarya. Selain membuat ruang pameran, Pak Pin, juga turun gunung langsung dengan mendatangi satu persatu para perupa yang belum memiliki ruang. Itu didapatnya dari perkembangan informasi saat ini.

“Saya lihat di facebook. Jika ada yang gambaranya bagus tapi seacara teknik masih kurang, saya langsung datang ke rumahnya,” jelasnya.

Banyak perupa yang belum memiliki ruang pameran memanfaatkan media sosial sebagai ruang pameran pribadi. Namun, lanjut dia, yang harus ditumbuhkan dari para pelukis yang masih baru yakni kepercayaan diri untuk pameran. Ruang pameran yang diciptakan tersebut terbukti mampu menjaring para perupa baru mulai dari daerah Kabupaten Tuban, seperti Kecamatan Jatiorogo dan Soko, ada juga dari Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

“Dari facebook saya datangi satu persatu yang sudah kelihatan potensinya. Kebanyakan mereka tidak punya ruang, saya datangi untuk belajar bersama. Sebenarnya banyak sekali potensi perupa di Bojonegoro. Tapi ruangnya yang tidak ada,” terangnya.

Pameran seni rupa yang dalam kesempatan ini difokuskan pada seni lukis terbukti diikuti banya perupa. Mereka sebelumnya banyak yang tidak saling kenal. Kemudian menggelar satu peristiwa pameran untuk merekatkan hubungan secara emosional perupa.

Devi Fitri Wulandari (21) asal Desa Ketodan, Kecamatan Jatirogo, Tuban misalnya. Dia mengikuti pameran ini karena memiliki hoby yang sama dalam bidang seni. Dalam ajang pameran ini, selain sebagai ajang belajar, kata dia, juga untuk membangun jaringan dan berkomunitas.

“Karena di daerah saya, saya belum menemukan komunitas seni rupa,” pungkasnya.(dwi/mcb)

Leave a Comment