Share

Satpol PP Bojonegoro Akui Kesadaran Masyarakat Cegah Covid-19 Turun

Bojonegoro, Media Center – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengakui jika kesadaran masyarakat mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19) sejak 2 minggu terakhir mengalami penurunan.

“Apalagi memasuki dan mendekati Hari Raya Idul Fitri, masih banyak yang berjubel memenuhi swalayan dan tempat umum,” kata Kasatpol PP Bojonegoro, Arif Nanang, saat Jandom Bareng Bu’e dan NGO melalui Vidcon, Sabtu (23/5/2020) lalu.

Pihaknya mengaku, telah melakukan penjagaan bersama Dinas Kesehatan di beberapa swalayan untuk memantau kunjungan masyarakat saat berbelanja memenuhi kebutuhan lebaran.

“Kemarin sempat mengalami pembludakan volume masyarakat, karena pagar di KDS swalayan kami tutup supaya tidak terjadi penumpukan didalam. Ternyata yang diluar menunggu hingga gerbang dibuka, saat dibuka itulah ada yang memfoto pas keadaan berjubel dan ramai,” tukasnya.

Arif mengaku, selain melakukan pengecekan suhu tubuh, juga menyediakan masker gratis bagi warga yang tidak menggunakan masker. Hanya saja, saat didalam swalayan banyak juga yang melepas masker karena merasa pengap.

“Kami sudah berupaya maksimal untuk mengantisipasi penyebaran Virus, dan kita kembalikan ke masyarakat itu sendiri,” pungkasnya.

Sementara itu, update sebaran Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro pada 24 Mei 2020 pukul 18.00 Wib, terdapat penambahan baru positif terkonfirmasi satu orang di Kecamatan Bojonegoro yang merupakan peningkatan status dari pasien dalam pengawasn (PDP). Selain itu hari ini terdapat kasus meninggal dunia 1 orang di Kecamatan Bojonegoro.
Sehingga jumlah positif terkonfirmasi hari ini sebanyak 35 orang meliputi 34 orang dirawat dan 1 orang meninggal dunia.

“Jumlah positif terkonfirmasi kumulatif sebanyak 43 orang, meliputi yang dirawat 34 orang, meninggal dunia 7 orang dan Sembuh 2 orang,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Civid-19 Kabupaten Bojonegoro, Masirin dikonfirmasi terpisah.

Untuk status PDP, terdapat peningkatan status menjadi positif terkonfirmasi 1 orang di Kecamatan Bojonegoro. Selain itu terdapat kasus PDP meninggal dunia 1 orang di Kecamatan Bojonegoro. Sehingga status PDP pada hari ini adalah 6 orang meliputi 5 orang dalam pengawasan dan 1 orang meninggal dunia.

“Status PDP kumulatif sebanyak 16 orang, 5 orang dalam pengawasan, 3 orang selesai dalam pengawasan dan meninggal dunia 8 orang,” ujarnya.

Untuk status ODP hari ini ada penambahan baru sebanyak 5 orang di Kecamatan Bojonegoro 3 orang, Dander 1 orang dan Balen 1 orang. Sedangkan yang selesai dalam pemantauan sebanyak 3 orang di Kecamatan Bojonegoro 1 orang, Malo 1 orang dan Ngasem 1 orang. Sehingga jumlah ODP pada hari ini adalah sebanyak 31 orang.

“ODP keseluruhan secara kumulatif sebanyak 240 orang, meliputi dipantau 31 orang, selesai pemantauan 207 orang dan meninggal dunia 2 orang,” tegasnya.

Sedangkan status ODR sebanyak 41.568 orang dan OTG sebanyak 364 orang. Masirin mengimbau kepada seluruh masyarakat Bojonegoro agar mematuhi dan melaksanakan imbauan pemerintah dan melaksanakan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Tetap di rumah saja, jaga jarak, biasakan cuci tangan, pakai masker saat beraktifitas di luar rumah, dan jangan mudik,” pesannya.(Dwi)

Leave a Comment