Share

Sebagian Petani Genangan Banjir Bojonegoro Tanam Padi

Bojonegoro, 3/1 (Media Center) – Sebagian petani di sejumlah desa di Kecamatan Kanor dan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang daerahnya masuk genangan banjir rutin Bengawan Solo kembali menanam padi kembali sejak sepekan terakhir.

Seorang petani di Desa Temu, Kecamatan Kanor, Bojonegoro Hadi, di Bojonegoro, Selasa, menjelaskan petani di desanya yang menanam padi ada belasan petani dengan membeli benih dari luar.

Bahkan, lanjut dia, ratusan petani di Desa Sembunglor, Kecamatan Baureno, juga kembali menanam padi.

“Petani menanam padi sejak sepekan lalu. Petani bisa memperoleh benih padi dari Desa Nglarangan, Kecamatan Kanor dengan harga Rp200 ribu per petak. Benih itu cukup untuk sawah sekitar 1 hektare,” jelas dia, yang juga menanam padi kembali dengan luas sekitar 1 hektare.

Menurut dia, sebagian petani di sejumlah desa di Kecamatan Kanor dan Baureno, nekad menanam padi karena tidak ingin sawahnya tetap menganggur. Selain itu, kalau bisa panen tidak terendam air banjir luapan Bengawan Solo maka bisa dimanfaatkan untuk cadangan pangan ketika musim kemarau mendatang.

Tapi, lanjut dia, banyak petani di kedua kecamatan itu yang tetap takut menanam tanaman padi karena takut terjadi banjir susulan luapan Bengawan Solo.

“Petani berharap bisa memperoleh penghasilan setelah tanaman padinya gagal panen akibat terendam air banjir awal Desember lalu,” jelas dia.

Data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menyebutkan banjir luapan Bengawan Solo awal Desember 2016 lalu mengakibatkan tanaman padi seluas 1.990 hektare di 16 desa di Kecamatan Kanor rusak terendam air banjir.

Sedangkan di 14 desa di Kecamatan Baureno, tanaman padi yang rusak terendam air banjir mencapai 1.507 hektare. (*/mcb)

Leave a Comment