Share

Selain Corona, Dinkes Minta Masyarakat Waspadai Demam Berdarah

Bojonegoro, Media Center – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro terus melakukan upaya pencegahan penyebaran aneka penyakit. Selain mewaspadai virus corona yang kini terjadi di Wuhan China, Dinkes juga mewaspadai penyakit demam berdarah yang banyak penyebarannya di musim penghujan.

Hal itu disampaikan dr. Wenny Dyah Prajanti, Kasi Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Bojonegoro saat melakukan dialog interaktif di Radio Malowopati Jl AKBP Soeroko Jumat (31/1/2020). Menurut dia pemantauan dilakukan mulai dari awal Desember sampai Maret. Karena pada bulan-bulan itu intensitas curah hujan yang sangat tinggi.

“Dengan curah hujan yang tinggi maka risiko adanya tempat penampungan air dan tidak terpantau dengan benar sehingga akan menjadi tempat sarang dan tempat berkembang biak nyamuk tersebut,” katanya.

Apalagi, penyakit demam berdarah tidak hanya menyebar pada waktu musim hujan saja, tetapi di saat curah hujan yang minimpun bisa menjadi perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti di mana ada sarangnya maka di situ pula bisa berkembangbiak.

Untuk kasus penderita demam berdarah di tahun 2019 sebanyak 422 kasus dengan 8 kasus kematian. Untuk awal tahun 2020, sudah ada 33 kasus penderita demam berdarah. “Dinkes terus melakukan pemantauan dan pelaporan dengan cepat 1 x 24 jam untuk mengetahui penderita demam berdarah di Bojonegoro agar dapat melakukan tindakan cepat dalam penanganannya,” tutur dr Weny.

Adapun daerah yang rawan penyebaran penyakit demam berdarah adalah Kecamatan Kedungadem, Sumberrejo, Dander. Namun tidak menutup kemungkinan untuk daerah-daerah lain karna Bojonegoro merupakan daerah endemis dimana sangat beresiko munculnya penyakit demam berdarah.

Adapun upaya kewaspadaan dini yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro adalah rutin melakukan pemantauan jumantik berkala dilakukan 3 bulan sekali oleh tenaga kesehatan di wilayah puskesmas, GERTAK SATU-SATU (gerakan satu rumah satu petugas jumantik) yaitu menggerakkan kader-kader yang ada di desa untuk bisa mandiri mensosialisasikan pencegahan penyakit demam berdarah kepada warga secara rutin, serentak dan berkesinambungan.

“Selain itu juga 3 M Plus yaitu menguras, menutup dan menyingkirkan atau mendaur ulang, menanam tanaman pengusir nyamuk bisa dengan tanaman yang berbau harum,” terangnya. (fif/lan/NN)

Leave a Comment