Share

Sembilan Pusaka Ki Andong Sari Dikirab Keliling Desa

Bojonegoro, 2/10 (Media Center) – Masyarakat Ledok Kulon dan Ledok Wetan, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro melakukan tradisi kirab pusaka Ki Andong Sari. Kirab ini, merupakan salah satu dari rangkaian dari perayaan Haul Ki Andong Sari yang ke 236 tahun, Senin (1/10).

Ki Andong Sari, menurut cerita merupakan seorang Tumenggung Metahun yang dinilai membelot dari kerajaan Mataram karena membela kebenaran dan mengembangkan kesenian serta pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat setempat.

Sembilan pusaka yang dikirab yakni, Gagak Cemani, Godong Andong, Godong Kelor, Menjalin Bang, Menjalin Porong, Pedang Cakra Budaya, Kentrung dan Kutang Onto Kusumo. Pusaka dikirab mengelilingi kampung dengan diiringi tari-tarian. Diikuti oleh beberapa barisan mulai dari Lurah beserta jajaran kelurahan, kelompok masyarakat sekitar, Sanggar Sayap Jendela, Organisasi PSHT dan PSHW Ledok Kulon, ibu -ibu PKK, serta dari kelompok seni reog.

“Kirab pusaka ini diharapkan bisa menjadi pemersatu bagi masyarakat juga menjaga tradisi yang sudah ada agar tetap lestari,” ujar salah seorang panitia Haul Ki Andong Sari, Agus Sighro.

Peringatan Haul Ki Andong Sari kali ini diperingati dengan tema ‘Peningkatan Ketaqwaan Terhadap Tuhan yang Maha Esa’. Kirab pusaka sebaga warisan budaya masyarakat Ledok ini diharapkan menjadi ajang pemersatu masyarakat.

Selain itu, tradisi kirab pusaka Ki Andong Sari ini merupakan salah satu bentuk syukur masyarakat atas perjuangan dan nilai sosial yang diajarkan oleh Ki Andong Sari. Juga untuk menjaga tradisi kegotongroyongan antarwarga.

Setelah selesai melakukan kirab pusaka, kata dia, warga kemudian melakukan pengajian dan sedekah bumi dengan membawa tumpeng ke Makam Ki Andong Sari. Tumpeng tersebut kemudian dinikmati bersama. Warga juga saling tukar-menukar tumpeng yang dibawa.

Penutupan prosesi Haul Ki Andong Sari dilakukan pada Rabu (3/10) dengan menggelar pertunjukan Sandur yang dipentaskan oleh Komunitas Kembang Desa dari Sanggar Seni Sayap Jendela. “Dinas Pariwisata sangat mengapresiasi dengan kegiatan ini, karena berdampak budaya dan berdampak ekonomi pada kemasyarakatan Ledok,” ujar Kasi Sejarah Kepurbakalaan, Dibudpar Kabupaten Bojonegoro, Susetyo.(*lya/mcb)

Leave a Comment