Share

Sempat Macet, Guru MI Bojonegoro Terima Tunjangan Sertifikasi 2016

Bojonegoro, 16/1 (Media Center) – Puluhan Guru Madrasah Ibtida’iyah (MI) se Bojonegoro, yang tergabung dalam Forum Guru Sertifikasi Mata Pelajaran (Mapel) MI kini bisa bernafas lega. Hal ini lantaran tunjangan profesi selama 2016 lalu yang belum cair, kini sudah bisa diterima setelah mengadu pada anggota Komisi VIII DPR RI, Kuswiyanto.

Meski baru menerima tunjangan selama enam bulan, Ketua Forum Guru Sertifikasi Mapel MI, Mashudi menyampaikan rasa terimakasihnnya kepada Kang Kus-sapaan akrab Kuswiyanto- yang telah memfasilitasi terealisasinya tunjangan tersebut.

“Tanpa Kang Kus, saya rasa rekan-rekan guru akan terus berharap dan berharap tanpa kejelasan,” kata Guru MI dari Kecamatan Kapas ini, mengungkapkan.

Sebagaimana diketahui, sertifikasi yang telah bergulir beberapa tahun lalu itu menyisakan beberapa persoalan hingga awal tahun 2017 ini. Apalagi kebijakan pemerintah yang sering berubah-ubah ditambah dengan masalah keuangan negara sekarang ini.

“Dengan sertifikasi ini diharapkan kesejahteraan guru meningkat sehingga akan mampu mengkatrol mutu pendidikan bangsa kita,” ucap Mashudi saat menggelar silaturahmi Forum Guru Sertifikasi Mata Pelajaran (Mapel) MI di Kecamatan Sugihwaras.

Dalam kesempatan silaturahmi tersebut, Kuswiyanto memberikan support dan pesan agar para guru dapat memanfaatkan tunjangan yang mereka peroleh untuk pemenuhan kebutuhan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan sesuai tujuan sertifikasi.

“Karena dari beberapa hasil monitoring sangat banyak temuan di lapangan yang mayoritas penggunaan tunjangan ini untuk kegiatan konsumtif tanpa sedikitpun bersinggungan dg peningkatan mutu guru, misalnya untuk beli buku saja sangat minim jumlahnya,” sambung Kang Kus.

“Semoga kedepan tunjangan ini akan selalu mampu diberikan oleh negara agar tujuan peningkatan mutu pendidikan Indonesia segera terealisasi,” pungkasnya.(dwi/mcb)

Leave a Comment