Share

Senam Perwosi Bojonegoro Tidak Ada Kaitannya Politik

Bojonegoro, 5/8 (Media Center) – Ketua Persatuan Wanita Olahraga Indonesia (Perwosi) Kabupaten Bojonegoro Ny. Mien Setyo Hartono mengatakan senam perwosi yang digelar selama ini tidak ada kaitannya politik menjelang pemilihan kepada daerah (pilkada).

“Sama sekali tidak ada. Tujuan saya karena ingin ibu-ibu di pedesaan sehat,” kata dia ditemui di GOR Dabonsia di Kecamatan Dander, Sabtu (5/8/2017).

Ditemui ketika lomba senam perwosi rekreasi di GOR setempat, ia menjelaskan ketika dirinya menjabat sebagai Ketua Perwosi pada 2014 melihat ibu-ibu yang masih muda-muda di pedesaan mengikuti senam lansia.

Padahal, menurut dia, di perwosi yang anggotanya ibu-ibu juga memiliki senam sendiri yang bisa diperuntukkan untuk ibu-ibu yang masih muda dengan durasi waktu berkisar 8-10 menit.

“Sekarang ada senam perwosi I dan II. Bojonegoro juga memiliki senam ciptaan sendiri dengan memanfaatkan lagu Kang Yoto,” ucapnya menjelaskan.

Dengan digalakkannya senam sampai di pedesaan, kata dia, sekarang ibu-ibu di pedesaan lebih rajin melakukan senam perwosi, bahkan juga diikuti ibu-ibu lansia.

“Dalam mengikuti senam perwosi ibu-ibu lansia ya semampunya,” katanya.

Dalam lomba senam perwosi rekreasi diikuti 76 kelompok yang masing-masing kelompok dengan anggota enam ibu dari 28 kecamatan.

“Durasi senam perwosi yang ada berkisar 8-10 menit,” ucapnya.

Sebelum itu, perwosi juga pernah mengelar senam massal yang diikuti 8.000 ibu-ibu di Stadion Letjen H. Soedirman pada 2016. Dalam senam itu berhasil mencatatkan diri Museum Muri. (*/mcbs)

Leave a Comment