Share

Sensasi Segar Belut Bakar di Kebun Salak

Bojonegoro (Media Center) – Sajian belut bakar dengan paduan sambal terasi tentu sudah biasa. Namun, kuliner belut bakar yang terletak di Desa Bendo, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Jawa Timur menjadi istimewa lantaran disantap di tengah kebun salak.

Di tangan Muryati (54), aneka menu olahan belut dengan sambal ini menjadi salah satu favorit bagi warga Bojonegoro maupun luar kota. Karena selain rasanya yang khas dan segar, suasana rumah makan yang terdiri dari gazebo yang dikelilingi semak salak membuat suasana lebih istimewa.

Salah satu pengunjung, Lely (35), warga Kelurahan Klangon, Kecamatan Kota Bojonegoro mengaku sering datang ke tempat ini.

Meski harus menempuh jarak sekitar 12 kilometer dari pusat kota, banyak pengunjung rela menikmati kuliner yang bercitarasa pedas, gurih, renyah.

“Biasanya olahan belut agak amis, tapi di warung ini sama sekali tak ada bau amisnya,” tutur salah satu penggemar ikan Bengawan Solo  ini.

Warung yang memiliki nama Pondok Kebun Salak ini mulai dirintis Muryati tahun 2008, silam. Di warung ini, menyajikan menu special olahan belut.

Menurutnya, belut merupakan makanan berkolesterol tinggi. Untuk itu Muryati berinisiatif membakar belut guna mengurangi kadar lemak yang terkandung.

“Setelah itu baru diolah kembali sebagai menu belut bakar atau goreng,” ujar perempuan paruh baya ini.

Belut bakar dengan sambal tomat serta daun kemangi, membuat pelanggannya begitu ketagihan akan sedapnya rasa. Ada juga makanan olahan lain, seperti belut goreng atau  belut gepuk serta sayur mangut belut.

Menurut Muryati, dalam sehari, ia dapat menghabiskan hingga 50 kilogram belut. Binatang licin berwarna cokelat itu didapatkan dari para pengepul. Saat musim hujan, belut  cukup mudah didapat. Sebaliknya, saat kemarau tiba, belut agak susah didapat.

Warung sederhana ini setiap harinya ramai mendapat kunjungan. Lokasi makannya, juga dirancang sedemikian rupa. Ada beberapa tempat duduk dari bangku bambu di tengah-tengah kebun salak. Saat akhir pekan, para pengunjung juga dapat mengambil langsung salak dari pohonnya untuk pencuci mulut.

Hanya dengan Rp 10.000 hingga Rp 15.000 saja per porsi, pengunjung bisa langsung menikmati belut bakar dan berbagai jenis masakan lainnya. Namun, belut bakar ini paling nikmat dinikmati selagi nasi masih hangat.(*mcb)

Leave a Comment