Share

Sepakati Kenaikan Tunjangan GTT K2

Bojonegoro, 4/9 (Media Center) – Tim anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dan Badan Anggaran DPRD Bojonegoro, Jawa Timur, sepakat meningkatkan tunjangan untuk Guru Tidak Tetap (GTT) K2 dan Non K2 didalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019.

Salah satu anggota Badan Anggaran DPRD Bojonegoro Donny Bayu Setiawan, menyampaikan, sebelum ditingkatkan, dilakukan pembahasan yang panjang terutama dengan stakeholder terkait, yakni Dinas Pendidikan.

“Meskipun sempat berdebat dan berjalan alot, akhirnya kami sepakat,” kata Politisi asal PDI P ini dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plafon perkiraan Anggaran Sementara atau KUA PPAS, Senin (3/9).

Untuk GTT Kategori 2, tahun 2018 telah dianggarkan Rp750 ribu perbulan dan tahun depan akan ditingkatkan menjadi Rp1 juta perbulan. Sedangkan GTT non K2 juga ada kenaikan dari Rp500 ribu menjadi Rp600 ribu setiap bulan.

Bagi honorer yang semula tidak terakomodasi karena tidak memiliki NUPTK mulai tahun depan akan diberikan tunjangan sebesar Rp250 ribu.

“Sementara Guru PAUD setiap bulan akan menerima Rp100 ribu perbulan,” tandasnya.

Peningkatan tunjangan tersebut, merupakan realisasi salah satu janji politik Pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Anna Muawanah dan Budi Irawanto.

Data dari Dinas Pendidikan menyebutkan, jumlah guru di Bojonegoro mencapai 10.664 terdiri dari 5.345 berstatus Pegawai Negeri Sipil atau PNS, sisanya berstatus non PNS terdiri dari 2.769 orang berstatus sebagai GTT K2. Sedangkan lainnya sebanyak 1811 adalah termasuk GTT non K2 yang memilik NUPTK dan 1.603 lainnya hanya berstatus non K2 dan tidak memiliki NUPTK.(*dwi/mcb)

Leave a Comment