Share

Sesuaikan Anggaran, Dishub Bojonegoro Tunda Empat Program di 2017

Bojonegoro, 22/11 (Media Center) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur terpaksa melakukan efisiensi anggaran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017. Hal ini dikarenakan, selain adanya penurunan dana bagi hasil minyak dan gas bumi (migas) juga adanya lebih salur pada tahun 2015 sebesar Rp550 miliar yang harus dikembalikan oleh Bojonegoro.

Efisiensi anggaran ini berdampak pada berbagai sektor, terutama pada pembangunan. Salah satu Satuan Kerja perangkat daerah (SKPD) yang harus menyesuaikan anggaran antara lain Dinas Perhubungan yang sebelumnya telah merencanakan beberapa pembangunan fasilitas dan sarana transportasi bagi warga Bojonegoro.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro, Iskandar, menyampaikan, dengan pengurangan 40 persen pada anggaran dinas, maka banyak rencana kerja yang terpaksa dibatalkan.

“Tahun ini anggaran sudah habis, tahun depan banyak program yang dihilangkan,” tandasnya, Selasa (22/11).

Dia mengatakan, program yang terpaksa ditiadakan karena pengeprasan anggaran diantaranya adalah pemeliharaan rambu lalu lintas dan perlengkapan jalan, pengadaan CCTV untuk traffict light, palang pintu kereta api, dan dry port atau dermaga darat serta pembangunan dermaga di Bengawan Solo.

“Total anggaran yang dikepras sebesar Rp18 miliar,” pungkasnya.(dwi/mcb)

Leave a Comment