Share

Siapkan Rumah Sakit Sementara Corona, Pemkab Bojonegoro Buka Lowongan 161 Tenaga

Bojonegoro, Media Center – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat membuka lowongan kerja untuk 161 tenaga dalam rangka Darurat Bencana Non Alam Wabah Corona Virus Desease 2019 (Covid-19).

Pembukaan rekrutment telah diumumkan secara resmi berdasatkan surat Nomor 440/1473/412.202/2020 dengan berbagai tenaga kesehatan yang dibutuhkan.

Pendaftaran dibuka mulai hari ini, Kamis 2 April sampai 4 April 2020, dan akan diumumkan tanggal 9 April 2020.

Tenaga yang dibutuhkan mulai lulusan SMA/SMK sederajat hingga S1 Kedokteran. Rinciannya, 101 tenaga medis, dan 60 tenaga non medis. Mereka akan kita kontrak selama 3 bulan.

Untuk lowongan lulusan SMA sederajat diperuntukkan bagi 15 orang security, 27 orang Cleaning Service, 18 orang tenaga loundry.

“Kita berharap dengan adanya tambahan relawan tenaga kesehatan ini dapan memberikan kekuatan dan semangat baru dalam membantu kami melakukan pencegahan serta penanganan Covid -19 di Kabupaten Bojonegoro,” ujar Plt. Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro dr. Ani Pujiningrum.

Tenaga kesehatan yang direkrut untuk mendukung pengoperasian rumah sakit sementara yang disiapkan Pemkab Bojonegoro di Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) di Dusun Kedungrejo, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander.

“Mereka nanti akan mendapat briefing atau pelatihan dari RSUD Sosodoro Djatikoesoemo,” tegasnya.

Ani mengimbau agar masyarakat mematuhi aturan, imbauan dan surat edaran dari pemerintah pusat, provinsi dan daerah untuk menekan penyebaran Covid-19 di Bojonegoro.

Sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro, Nurul Azizah menyampaikan, rumah sakit sementara di Gedung Pusdiklat ditarget beroperasi pada 10 April 2020.

Ada 50 ruang observasi dan 50 ruang isolasi yang disiapkan di rumah sakit sementara tersebut. Diharapkan, dengan rumah sakit darurat ini akan mendukung RSUD Sosodoro Djatikoesoemo yang telah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan penderita corona.

“Ini bagian Ikhtiar pencegahan dan penanganan Covid-19,” tandas wanita yang pernah menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro itu.

Sementara itu data Orang Dalam Pemantauan di Bojonegoro terus bertambah. Per 1 April 2020 kemarin, terdapat 12 ODP baru. Totalnya ada 60 ODP yang tersebar di 19 kecamatan atau meningkat dari hari sebelumnya sebanyak 49 orang.

Di beberapa wilayah seperti Kecamatan Dander, Baureno, Bojonegoro, Gondang, Kapas, Kedungadem, Padangan, Sukosewu, dan Temayang, terdapat penambahan ODP.

Penambahan ODP terbanyak di Kecamatan Dander dari hari sebelumnya 8 orang, bertambah menjadi 11 orang. Kecamatan Bojonegoro 10 orang dari hari sebelumnya 9 orang. Kecamatan Kedungadem dari hari sebelumnya 3 ODP hari ini meningkat jadi 6 orang. Kecamatan Baurno 6 ODP dari sebelumnya 5 orang. Kecamatan Padangan 4 orang dari sebelumnya 3 orang.

“Jumlah komulatif ODP di Bojonegoro hingga hari ini sebanyak 87 orang, 21 orang selesai masa pemantauan, dan 1 PDP meninggal dunia,” tambah Kepala Seksi Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Bojonegoro dr. Wheny Wheny Dyah Prajanti.(Dwi)

Berikut syarat-syarat bagi pendaftar :

  • Warga Negara Indonesia
  • Usia maksimal 40 tahun
  • Tidak sedang terikat kontrak/perjanjian dengan instansi lain, bukan CPNS, Calon anggota TNI/Polri, dan anggota TNI/Polri.
  • Surat keterangan sehat dari Puskesmas
  • Wajib memiliki STR yang masih berlaku (bagi tenaga kesehatan)
  • Diutamakan memiliki KIS/BPJS Kesehatan
  • Khusus tenaga public safety center ada tambahan persyaratan yakni: usia 21-30 tahun, laki-laki, ipk minimal 2,5, memiliki SIM A, dan bersedia bekerja dalam shift 24 jam sehari.

Leave a Comment