Share

SKK Migas Ajak Pimred Media Kunjungi Wonocolo

Bojonegoro, 3/10 (Media Center) – Tim Manajemen SKKMigas mengajak Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) dari sejumlah media mengunjungi wisata sumur minyak tua peninggalan kolonial Belanda. Hal ini bertujuan untuk terus mengenalkan dan memasyarakatkan Desa Wisata Migas Wonocolo, di Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, terus dikenalkan kepada masyarakat luas.

Tak menggunakan kendaraan bermotor, kali ini mereka menyusuri setiap sudut wisata “The Litle Teksas Wonocolo” menggunakan sepeda Gunung. Kegiatan penambangan minyak tradisional yang sudah lebih dari seabad dilakoni masyarakat setempat secara turun temurun menjadi daya tarik tersendiri.

“Bagi Anda yang ingin tahu sejarah perminyakan di Indonesia, Wonocolo merupakan salah satu tempat yang layak untuk dikunjungi,” kata Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi saat ditemui di Wonocolo, Minggu (2/10).‬

‪Selama ini mayoritas warga Desa Wonocolo bergantung hidup pada kelangsungan sumur minyak tradisional tersebut. Namun demikian, secara alami produksi minyak pasti akan mengalami penurunan.

“Sehingga suatu saat tidak dapat diproduksikan kembali. Karena itu diperlukan usaha baru bagi mereka, salah satunya melalui wisata ini,” jelasnya.‬

‪‪Di sini pengunjung diajak melihat langsung penambangan tradisional yang eksotik, dengan keberadaan tiang penyangga kayu dan dioperasikan secara tradisional. Selain itu ada trek untuk jeep, motor trail dan sepeda.

“Desa Wisata Migas di Wonocolo ini sangat menarik.‬ Pungunjung dapat melintas menggunakan sepeda maupun jeep,” tegas ‪President Director PT Pertamina EP Rony Gunawan saat melepas rombongan.

Rony menjelaskan dalam mewujudkan Desa Wisata Migas ini Pertamina EP berkolaborasi dengan Paguyuban Warga Desa Wonocolo mengelola desa wisata ini untuk menjadi pusat wisata migas pertama di Indonesia.‬

‪”Dengan adanya Desa Wisata Migas Wonocolo ini, kami berharap masyarakat dapat beralih dari semula sebagai penambang minyak tradisional menjadi entrepreneur bidang wisata,” pungkas Rony.‬

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro, Amir Syahid menambahkan, wisata migas Wonocolo ini mulai banyak dikunjungi pengunjung setiap liburan. Rata-rata jumlah pengunjung mencapai seratusan.

“Di sana juga sudah mulai tumbuh usaha-usaha baru seperti usaha makanan dan minuman, maupun jasa,” jelas Amir.

Rencana kedepan, wisata ini akan dilengkapi fasilitas seperti flying fox, dan pusat kuliner. “Harapannya, dapat memanjakan pengunjung sehingga mereka nyaman dan betah,” ujar Amir.(dwi/mcb)

Leave a Comment