Share

SKK Migas Janjikan Selesaikan TKD Gayam

Bojonegoro (Media Center) – SKK Migas menjanjikan akan menyelesaikan proses tukar guling tanah kas desa (TKD) Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang dimanfaatkan lokasi lapangan C sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu, selama 50 hari.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Soehadi Moelyono, Jumat (4/3), mengatakan, kesepakatan SKK Migas menyelesaikan proses tukar guling TKD Gayam, tertuang di dalam surat SKK Migas No: SRT. 0095/SKKD 3000/2016, tertanggal 18 Februari 2016.

Di dalam surat dengan perihal surat pernyataan kesanggupan penyediaan lahan pengganti TKD Gayam, yang prinsipnya SKK Migas bersedia menyediakan lahan pengganti dalam jangka waktu 50 hari.

Waktu 50 hari itu, katanya, setelah hasil penilaian atas TKD Gayam oleh tim penilai telah dikeluarkan.

Selain itu, juga mengacu musyawarah penetapan bentuk ganti kerugian telah ditetapkan oleh BPN sesuai pasal 68,77 dan 79 Perpres No. 71 tahun 2012.

“Kami sudah memilihkan satu lokasi tanah pengganti yang kriterianya mendekati kriteria yang disampaikan pihak Desa Gayam,” jelas “Public Affairs and Social Development” ExxonMobil Indonesia (EMOI) Erwin Maryoto, dalam rapat koordinasi proses tukar guling TKD Gayam, di Bojonegoro itu.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Bojonegoro Setyo Hartono, meminta penyelesaian tukar guling TKD Gayam, harus bisa dilaksanakan secepatnya.

Oleh karena itu, katanya, setelah rapat koordinasi yang dilakukan ini, harus ada tindak lanjut pertemuan lagi dengan hasil terarah terkait proses penyelesaian TKD Gayam.

Yang jelas, katanya, proses tukar guling TKD Gayam dengan arah menetapkan tanah pengganti TKD Gayam.

“Kalau prosesnya untuk pelepasan TKD Gayam, maka waktu yang diberikan oleh undang-undang selama 60 hari tidak mungkin bisa selesai,” katanya.

Kepala SKK Migas Jawa, Bali, Madura dan Nusa Tenggara (Jabamanusa) Ali Masyhar, menyatakan sependapat bahwa proses tukar guling TKD Gayam, harus bisa diselesaikan secepatnya.

“Harus ada komitmen bersama untuk menyelesaikan tukar guling TKD, tanpa saling menyalahkan,” ucapnya.

Menurut Kepala Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Winto, yang didukung Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gayam, Warsito, bahwa dari hasil musyawarah desa (musdes) diputuskan untuk proses tukar guling TKD Gayam, sebagai penggantinya juga harus tanah.

“Kami tidak ingin penggantinya uang, tapi tanah,” ucap Winto, menegaskan. (*/mcb)

Leave a Comment