Share

SKK Migas Sepakat Lakukan Penilaian Ulang TKD

Bojonegoro, 18/5 (Media Center) – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sepakat untuk melakukan penilaian ulang pada proses tukar guling tanah kas desa Pelem, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro untuk pengembangan Lapangan gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB). Karena, untuk hasil apraisial itu ada umur waktunya.

“Ketika sudah lewat maka bisa dilakukan ulang untuk melihat apakah valid atau tidak,” kata Kepala Kelompok Kerja Formalitas SKK Migas, Didik Sasono.

Pihaknya menyampaikan, berdasarkan Undang-undang No 2 tahun 2012 tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum sudah membagi sedemikian rupa tugas dan fungsi masing-masing.

“Jadi, ranah kami sebagai pemohon, Pemkab sebagai penerbit penetapan lokasi, BPN sebagai pelaksana, ketika masuk kepada harga, masuk ranah apraisal independent,” tukasnya.

Tim apraisial ini disumpah jabatannya, dan melakukan penilaian. Kalau dulu menggunakan Standart Penilaian Indonesia, sekarang diperbarui. Sehingga yang namanya lokasi tanah, letaknya berapa, NJOP nya berapa, subur atau tidak, ada tanam tumbuhnya, ada bangunannya, misalkan dibeli pemilik tanah harus pindah, hitungannya bagaimana ada semua.

“Tinggal sekarang, apraisalnya itu profesional atau tidak,” tegasnya.

Semua mekanisme ini, tidak akan berhasil apabila sejak awal tidak melakukannya secara terbuka. Sebenarnya, kalau tidak terima dengan hasil penilaian tim apraisial ini bisa dilakukan melalui pengadilan.

Sementara itu, Pemerintah Desa Pelem, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, meminta kepada operator Jambaran-Tiung Biru (J-TB) Pertamina EP Cepu (PEPC) untuk mengkaji ulang hasil penilaian tanah kas desa (TKD) dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

“Hasil appraisal KJPP untuk TKD kami misalnya Rp200.000 per meter itu sangat tidak masuk akal,” kata Kepala Desa Pelem, Sudawam.

Alasan yang diberikan Dawam, letak TKD Pelem berada di pinggir jalan raya. Kemudian, ada irigasinya yang menunjukkan tanah tersebut sangat subur. Jika ditanami padi bisa panen dua kali dalam satu tahun, tembakau satu kali dengan kualitas terbaik.(dwi/mcb)

Leave a Comment