Share

Slamet Kini Terbebas dari Dera Pasung

Bojonegoro, 30/8 (Media Center) – Slamet, warga Desa Manukan, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, kini terbebas dari alat pasung yang sudah membelenggu 10 tahun lamanya. Tim Sapa Keluarga dengan Kasih (Sagasih) Kabupaten Bojonegoro telah mengirim penderita jiwa ini ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur, Surabaya , Jumat 26 Agustus 2016 lalu.

Namun, tidak mudah untuk melepas pasung yang mendera Slamet. Tim Sagasih yang dipimpin dr Arman Ngyam, harus melakukan mediasi dan edukasi atas keluarga penderita. Selain itu, tim juga kerjasama dengan Kepala Desa Manukan, Wargun, untuk bisa berkomunikasi ke keluarga Slamet. “Mesti ada pendampingan keluarga dan pemerintah desa,” ujar dr Arman Ngayam, sebagaimana keterangan pers yang diterima Kanalbojonegoro, Senin 29 Agustus 2016.

Untuk mengantar Slamet dari rumahnya di Desa Manukan menuju ke RSJ Menur, juga butuh keterlibatan pelbagai pihak. Ada pihak Puskesmas Gayam, staf Kecamatan Gayam, dari Desa Manukan, dan tentu saja keluarga Slamet yang mendampingi. Tim Sagasih juga meminjam borgol pihak Kepolisian Gayam.”Harapan kami, pasien bisa nyaman dirawat di RSJ,” ujar Camat Gayam, Hartono.

Pasien Slamet juga tampil rapi dan terlihat bugar. Sebelum berangkat ke RSJ Menur, rambutnya yang panjang dan lusuh kini dicukur, berikut baju barunya. Sayangnya, kukunya yang panjang tidak mau dipotong. Mandi bersih dengan ditambah parfum.

Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro dr Sunhadi memberi apresiasi kepada tim Sagasih Gayam, atas upayanya memfasilitasi pasien jiwa Slamet, untuk dibawa ke RSJ Menur. Yang juga patut dicatat bahwa cara pasung bagi pasien jiwa, sudah saatnya ditinggalkan.

Apalagi Bojonegoro kini telah mendapat predikat Kabupaten Ramah Hak Asasi Manusia.”Upaya ini bisa menginspirasi warga lain. Saatnya tidak ada pasung,” ujarnya dalam release yang diterima Kanalbojonegoro, Senin 29 Agustus 2016. Sunhadi menambahkan, jika ada warga Bojonegoro yang masih dipasung, untuk menghubungi Dinas Kesehatan Bojonegoro. (*/mcb)

Leave a Comment