Share

SPEaK Berharap Pembangunan Trotoar di Bojonegoro Ramah dan Nyaman

Bojonegoro, Media Center – Rencana proyek pembangunan trotoar di Kabupaten Bojonegoro mendapat respon positif dari pegiat perempuan yang tergabung dalam Suara Perempuan Penggerak Komunitas (SPEaK). Mereka berharap dalam pembangunan tersebut nantinya ramah dan dapat dinikmati oleh semua kalangan.

Seperti wanita hamil, disabilitas, lansia dan anak-anak. Terlebih lagi pembangunan trotoar yang ada di lingkungan Pendidikan, fasilitas publik dan ruang terbuka hijau (taman).

Dari hasil pengamatan SPEaK Bojonegoro di data Siipp.Net, pada tahun 2019 di Kabupaten Bojonegoro, terdapat rencana proyek pembangunan trotoar sebanyak 23 paket pekerjaan, dengan rincian 12 proyek kontruksi, 10 proyek jasa konsultasi, dan 1 proyek dalam bentuk pembelian pot bunga untuk trotoar.

“Saya lihat di website Siipp.Net, pada tahun 2019 ada 23 proyek yang berkaitan dengan pembangunan trotoar. Total pagu anggaran sekitar 27.5 Milyar,” kata Ainur Rodhiyah, aktivis Korps PMII Putri (KOPRI) yang tergabung dalam SPEaK, kepada Selasa (20/8/2019).

Menurutnya, momentum peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-74 Tahun, sudah semestinya menjadikan semangat pembangunan daerah yang memiliki perpektif inklusif dan responsif gender. Pembangunan harus bisa dinikmati oleh semua kalangan, termasuk kelompok rentan, seperti disabilitas, lansia, perempuan dan anak-anak.

“Trotoar harus dibangun dengan memberi rasa nyaman bagi semua kalangan. Seperti ketinggiannya. Termasuk juga penempatan pot bunga juga perlu diperhatikan agar tidak menggangu pejalan kaki,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan pegiat SPEaK lainnya, Intan Setyani. Perempuan yang juga aktif di IPPNU Malo ini berharap, agar pembangunan trotoar harus ramah terhadap kelompok rentan, terutama yang berada di lingkungan pendidikan. Ia mencontohkan rencana pembangunan trotoar di jalan A. Yani yang berdekatan dengan lingkungan kampus, ataupun rencana proyek pembangunan trotoar di seputaran alun-alun Bojonegoro.

“Harapan saya pembangunan trotoar nantinya lebih responsif gender. Ramah dan nyaman bagi ibu hamil, lansia, anak-anak dan disabilitas. Supaya Bojonegoro terkenal dengan kabupaten yang inklusif,” ungkap Intan.

Untuk sekedar diketahui bahwasanya APBD Kabupaten Bojonegoro Tahun 2019 sebesar Rp4,7 Triliun. Dengan adanya kemampuan belanja yang besar ini, diharapkan banyak kalangan bisa lebih mempercepat pembangunan daerah yang ramah dan dinikmati oleh semua kalangan, termasuk kelompok rentan, seperti kelompok disabilitas, perempuan, anak dan lain sebagainya.

Namun sayangnya, jika dilihat pada website Monev LKPP (monev.lkpp.go.id), menunjukkan per akhir Juli 2019 untuk belanja Pemerintah Kabupaten Bojonegoro baru terealisasi sekitar 32.01 persen dari target 40.68 persen.

“Sedangkan progres fisik pengadaan baru terealisasi sekitar 43 persen dari target 53 persen,” pungkasnya.(Rin/Dwi)

Leave a Comment