Share

Suara Ibu Pertiwi!

Saat duduk di kelas tiga sekolah dasar, guru kelas saya mengajarkan lagu ibu pertiwi. Sambil bernyanyi, saya membayangkan ibu pertiwi itu benar benar sang ibu. Seorang janda kaya raya, tapi sedang besusah hatinya! Tapi siapa dan dimana ibu itu sebenarnya?

Tahun 2007 saya mendengarkan langsung suara ibu pertiwi! Saat bertemu mbah Tohir di desa katur Kalitidu Bojonegoro. Katanya sedang panen hutang setelah gagal panen berkali-kali karena kekeringan. Ia memohon air bengawan solo dinaikkan hingga mencapai lahannya. Saya tersentak, rasanya bukan permohonan mbah Tohir yang saya dengar, tapi inilah sejatinya suara ibu pertiwi!

Di sebuah desa di kec Gondang, satu keluarga sakit merintih tidak bisa berobat. Di Siwalan kec Sugihwaras, seorang renta memeluk saya, membisikkan pesan agar jalannya yang rusak dibangun! Terlihat ada anak-anak putus sekolah ingin melanjutkan, para pemuda berteriak minta pekerjaan, petani memohon pupuk cukup…hati saya mengatakan inilah sebagian rintihan dan suara ibu pertiwi!

Saya juga menemukan suara ibu pertiwi, lewat mulut mbok saya sendiri. Saat memenangkan pilkada 2007, mbok saya bilang: “yang jujur, boleh kaya asal jujur, jangan korupsi”. Hingga ajal memjemputnya 2012 mbok tidak mau mengunjungi saya di rumah dinas. Alasannya, “itu rumah pinjaman!”. Saya berpikir “inilah suara ibu pertiwi!

Dibalek impor pangan dan energi, banjir dan mahalnya logistik ada suara ibu pertiwi merintih memanggil!

Suara ibu pertiwi sungguh nyata adanya. Kepada segenap putra putrinya, apalagi yang sedang menjadi pandu, rintihan panggilan ibu pertiwi ditujukan! Apakah suara itu nyaring atau lirih tergantung kita semua yg mendengarkannya!

Bojonegoro, 5 Januari 2014
Kang Yoto

Leave a Comment