Share

Suara Mahasiswa, Wujud Peduli Pemuda Bojonegoro pada Negeri

Bojonegoro – Kobaran orasi menggebu dari perwakilan mahasiswa Bojonegoro yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bojonegoro begitu mewarnai depan Gedung DPRD Bojonegoro, Rabu (18/8/2021). Inilah bentuk suara mahasiswa. Tidak apatis dan berpegang teguh mengawal kepemerintahan.

Bagai calon pemimpin yang layak diperjuangkan suaranya, sekitar 20 anak muda mengawali orasi dengan puisi dan nyanyian “Buruh Tani”. Menggema dengan semangat berbekal bendera organisasi dan spanduk sederhana dengan tulisan tangan seadanya.

“Pahlawan berjuang hingga raib! Meraih kemenangan untuk kebebasan! Rasa gentar dan takut terlenyapkan! Usaha sampai tumpah darah tiada usai!”

Sebait puisi itulah yang mewarnai lingkup Pemkab Bojonegoro. Orasi bertajuk Merdeka Berekspresi dan Berpendapat sebagai Bentuk Indonesia yang Berdaulat, bagai menggugah jiwa semangat juang untuk negeri. Itulah yang ingin disuarakan oleh mahasiswa. Calon pemimpin negeri kelak.

Ketua Umum HMI Cabang Bojonegoro Hasana Shobah Al Baihaqi mengatakan, kegiatan mereka adalah bentuk esensi eksis mahasiswa. Mengawal kepemerintahan dan merefleksikan kondisi Indonesia setelah 76 tahun merdeka. Terlebih kebebasan berpendapat telah dilindungi undang-undang dan berpayung hukum di negara demokrasi seperti Indonesia.

“Sebab wujud merdeka sebenarnya adalah suara mahasiswa yang dihargai, walau tidak didengar,” tuturnya dalam orasi.

Namun sejatinya, suara generasi penerus seperti inilah yang menjadi titik balik pengingat para pemimpin yang lupa arah. Hasanah melanjutkan, dalam analisis kebijakan pemerintah, mustahil berjalan sempurna. Kritik adalah hal pasti dalam demokrasi. Terlebih mahasiswa yang berkedudukan sebagai agent of change dan agent of control. Pendapat mereka bukan semata-mata ingin mencederai demokrasi, tapi sebagai wujud membangun Indonesia yang lebih baik.

“Harapan kami semangat kawan-kawan mahasiswa tersulut. Mahasiswa Bojonegoro masih peduli terhadap keadaan Ibu Pertiwi. Kami berdiri di sini bukan sebagai mahasiswa Islam, tapi sebagai penyuara masyarakat,” ujarnya.

Hal ini sejalan dengan agenda Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dalam menciptakan sumber daya manusia yang mumpuni. Sebab, untuk menciptakan Smart Government memerlukan SDM unggul dan berkualitas.

Ke depan, Bupati Anna juga berkomitmen menyiapkan SDM berkualitas karena tantangan birokrasi sudah jelas nyata. “Mari bekerja bersama, membangun kekompakan, dan mengelola tata kelola kepemerintahan menjadi good government yang akuntabel dan transparansi,” pesan Bupati Anna saat Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-76, Selasa (17/8/2021). [cs/*]

Leave a Comment